Jumat, 27 Des 2013 18:30 WIB

Peringatan 'Rokok Membunuhmu' Terpampang di Jalan, Ini Kata Kemenkes

- detikHealth
(Foto: Reza/detikHealth)
Jakarta - Kalimat 'Peringatan: Rokok Membunuhmu' menggantikan peringatan bahaya merokok di iklan-iklan rokok yang beberapa waktu biasa tertulis di iklan-iklan rokok. Namun ternyata masih banyak warga yang belum memperhatikan adanya perubahan kalimat peringatan yang lebih to the point itu. Apa kata Kemenkes soal kalimat peringatan di iklan rokok yang baru ini?

Prof dr Tjandra Yoga Aditama selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI mengatakan dirinya belum tahu tentang hal tersebut. "Saya belum tahu itu. Ada di mana?" ujarnya saat dihubungi detikhealth pada Jumat (27/12/2013).

Terkait dengan peringatan tentang bahaya merokok, PP 109 tahun 2012 mengatur tentang pemasangan gambar menyeramkan yang merupakan efek yang ditimbulkan oleh rokok. Rencananya, PP tersebut akan mulai berjalan efektif pada bulan Juni tahun 2014.

"Kami (pemerintah) memang sudah mengirimkan master filenya pada beberapa perusahaan rokok," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak menginstruksikan pada perusahaan rokok tersebut untuk mengubah kata-kata peringatannya. Menurutnya, perubahan kata-kata tersebut merupakan inisiatif dari perusahaan rokok untuk mendukung PP 109.

Perubahan kata-kata peringatan di papan reklame iklan rokok antara lain terlihat di Jalan Kapten Tendean dan Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan.Sekilas tidak ada yang berbeda dari papan tersebut. Namun jika diperhatikan lebih dekat terdapat peringatan keras berbunyi: "Peringatan: Rokok Membunuhmu". Pesan peringatan tersebut disertai dengan gambar pendukung di sebelahnya. Di gambar tersebut tampak seorang perokok menghembuskan asap di mana di sebelahnya terdapat tengkorak. Ada pula tulisan 18+.

Namun perubahan ini dinilai beberapa orang tidak banyak berpengaruh. Sebab porsi ruang untuk peringatan tersebut dianggap masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan gambar iklan rokoknya. Begitu juga dengan akses untuk mendapatkan rokok yang bisa dengan mudah dibeli di mana saja.

Sementara itu Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, dr Kartono Mohamad mengatakan bahwa reaksi masyarakat yang pesimistis akan keberhasilan perubahan kata-kata peringatan itu masih termasuk wajar. Menurutnya dibutuhkan bentuk sosialisai yang aktif dan informatif agar PP tersebut bisa berjalan maksimal. "PP tersebut tentu saja bermanfaat, jika dilaksanakan," ujarnya.

Menurutnya, pemasangan peringatan bernada keras pada papan reklame tersebut bisa dibilang sebagai pemanasan sebelum PP berjalan pada Juni 2014 mendatang.





(vit/up)