Minggu, 29 Des 2013 12:10 WIB

Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Lakukan Beatbox Untuk Tenggorokan

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Para orang tua yang anaknya memiliki hobi untuk melakukan beatboxing rupanya tak perlu khawatir lagi. Sebab salah satu bentuk seni modern ini rupanya bisa memberikan manfaat yang positif bagi kesehatan tenggorokan.

Salah seorang peneliti dari University of Illinois di Chicago, H. Steven Sims, mengungkapkan bahwa beatboxing memberikan 'perlakuan' yang lebih lembut pada pita suara, bahkan lebih lembut daripada menyanyi.

Beatboxing atau beatbox merupakan salah satu bentuk seni yang memfokuskan diri menghasilkan bunyi-bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, dengan menggunakan mulut, bibir, lidah, dan suara.

"Sebelumnya hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai struktur rongga mulut yang terlibat dalam beatboxing dan apakah beatboxing menimbulkan risiko cedera pada saluran vokal tersebut," ujar Sims, yang merupakan profesor Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), dikutip dari Times of India, Minggu (29/12/2013.

Untuk mencari jawabannya, Sims memeriksa saluran vokal dari empat seniman beatbox pria. Selain itu, ia juga meneliti beatboxer yang terbiasa melakukan kombinasi suara beatbox. Hasilnya, Sims menemukan bahwa beatboxers menggunakan seluruh saluran vokal untuk menghasilkan berbagai suara tersebut, sehingga meminimalkan 'keausan' pada bagian tunggal sistem vokal.

"Beatboxing turut menjaga glotis, yaitu ruang di antara pita suara, tetap terbuka. Ini berarti beatboxing sebenarnya justru melindungi pita suara," tambahnya.

Seluruh sistem vokal digunakan ketika beatboxers membuat irama dan hal ini mencegah mereka mengembangkan jaringan parut yang biasanya muncul pada pita suara penyanyi. Tak hanya itu, bahkan beberapa teknik yang digunakan beatboxers bisa membantu penyanyi mengatasi stres pada pita suara mereka. Misalnya, menggunakan otot untuk memanjangkan saluran vokal bisa membantu penyanyi mencapai nada yang lebih tinggi.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Voice.

(ajg/vit)