Kamis, 23 Jan 2014 10:05 WIB

Ini Akibatnya Bila Wanita Kekurangan Hormon Seks

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Karakter seksual wanita dipengaruhi oleh hormon estrogen. Payudara yang besar, bokong yang indah, atau tubuh lebih berisi dibanding para pria adalah bentukan hormon estrogen. Apa akibatnya bila seorang wanita kekurangan hormon ini?

Hormon estrogen menentukan setiap detil fisik maupun nonfisik wanita. Kulit yang halus dan rambut tubuh yang lebih sedikit dari pria juga merupakan efek dari hormon seks wanita, alias estrogen. Bisa dibayangkan akibatnya bila seorang wanita tidak memiliki hormon ini.

Kadar hormon estrogen pada wanita bisa berubah-ubah, dari rendah, normal, hingga berlebih. Fluktuasi hormonal itu bisa dilihat melalui tanda-tanda tertentu.

Kadar estrogen yang normal tidak menyebabkan masalah. Namun, banyak wanita yang mengalami penurunan hormon estrogen hingga levelnya terlalu rendah. Gejala ini tidak hanya dialami oleh mereka yang telah mengalami menopause saja, tetapi juga para wanita muda.

Ada banyak hal yang menandakan rendahnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kelelahan, kurangnya gairah seksual, menstruasi yang jarang atau tidak teratur, menjadi pelupa, insomnia, hot flash alias sensasi panas, dan berkeringat di malam hari adalah gejala umum yang dialami wanita bila kadar estrogen terlalu rendah. Bahkan, perubahan mood yang tiba-tiba dan sulit hamil juga merupakan pertanda bahwa seorang wanita memiliki kadar estrogen yang terlalu rendah.

Berikut ini sepuluh gejala yang dialami jika wanita memiliki kadar estrogen yang rendah. Gejala-gejala itu bisa bervariasi kondisinya, tergantung seberapa rendah level estrogen. Demikian dilansir Boldsky dan ditulis pada Kamis (23/1/2014).

1. Menopause lebih awal
Menopause yang lebih awal merupakan pertanda akan rendahnya kadar estrogen pada tubuh wanita. Menopause yang terlalu dini sering disertai dengan hot flash, meningkatnya debaran jantung, menggigil kedinginan, dan berkeringat di malam hari.

2. Mudah lelah
Apakah Anda merasa terlalu letih atau lelah bahkan di siang hari? Ya, itu merupakan salah satu pertanda bahwa kadar estrogen terlalu rendah.

3. Gangguan tidur
Kurangnya kualitas tidur merupakan gejala lain yang dialami bila seorang wanita memiliki kadar estrogen yang terlalu rendah. Gangguan tidur biasanya diikuti dengan rusaknya mood dan rasa lelah pada hari berikutnya.

4. Bertambah gemuk
Wanita dengan kadar estrogen yang rendah biasanya menjadi gemuk secara tiba-tiba. Penambahan berat badan itu biasanya disebabkan karena air dalam tubuh.

5. Kelembapan yang hilang
Hormon estrogen membuat kulit menjadi halus. Bila kadarnya terlalu rendah, kulit dan bagian tubuh lain menjadi kering. Itulah mengapa wanita dengan kadar estrogen yang rendah biasanya memiliki kulit, daerah kewanitaan, dan mata yang kering.

6. Minim gairah seks
Estrogen adalah hormon yang bertanggung jawab pada gairah seks wanita. Jika mengalami hasrat seks yang rendah dan rasa sakit ketika berhubungan intim, berarti ada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

7. Rasa sakit pada sendi
Saat seorang wanita memiliki level estrogen rendah, kalsium pada tulang terbuang dan akibatnya tulang menjadi rapuh. Akibatnya wanita akan sering mengalami nyeri pada persendian. Selain itu, wanita berestrogen rendah juga rentan terhadap osteoporosis.

8. Depresi
Perubahan susana hati yang drastis sering dialami wanita yang kekurangan estrogen. Pada level itu, wanita juga sering mengalami kecemasan berlebih, stres, dan menjadi mudah tersinggung. Tak heran jika kekurangan estrogen menyebabkan depresi.

9. Infeksi vagina
Infeksi vagina dan kandung kemih lebih rentan dialami para wanita yang kekurangan estrogen. Pasalnya hormon itu menentukan kondisi organ kewanitaan pada perempuan.

10. Menstruasi tidak teratur
Saat kadar estrogen mulai turun atau terlalu rendah, siklus menstruasi wanita menjadi tidak teratur. Untuk mengembalikan keteraturan siklus haid, wanita harus menjalani terapi untuk menormalkan kembali level hormon seksnya.

(vit/vit)