Sering Menahan Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet? Ini Efek Buruknya

ADVERTISEMENT

Sering Menahan Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet? Ini Efek Buruknya

- detikHealth
Rabu, 29 Jan 2014 15:16 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di musim banjir seperti saat ini, kondisi macet bisa muncul lebih sering dari biasanya. Nah, seringkali rasa ingin buang air kecil muncul dan Anda tak bisa menahannya bukan? Jangan dianggap sepele, jika terjadi terus-menerus bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh, lho.

"Dalam kondisi normalnya, kandung kemih bisa menampung urine sebanyak 400 cc. Tapi kalau sudah lebih dari itu dan ditahan dalam waktu yang cukup lama bisa menimbulkan risiko infeksi saluran kemih," papar Dr Chaidir A Mochtar, SpU, PhD, spesialis urologi dari RSCM saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (29/1/2014).

Infeksi saluran kemih memiliki gejala tertentu, di antaranya disebutkan oleh Dr Chaidir adalah nyeri pada perut bagian bawah, muncul rasa perih saat buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil juga menjadi lebih sering namun dengan volume yang sedikit. Jika sudah memiliki gejala seperti ini, segera periksa ke dokter sebelum muncul demam dan nyeri di daerah pinggang.

"Kalau sempat tes urine dulu sebelum ke dokter, jadi bisa sekalian diperiksa hasil tesnya. Nanti akan diperiksa lebih lanjut dan diberikan pengobatan yang tepat sesuai kondisi pasien," tutur Dr Chaidir.

Dilanjutkan oleh Dr Chaidir, selain infeksi saluran kemih, kebiasaan menahan buang air kecil juga bisa membuat otot kandung kemih menjadi kurang sensitif. Kondisi ini muncul karena otot yang ditahan terus-menerus lama-kelamaan menjadi melar.

Dalam kondisi macet memang sangat terpaksa seseorang menjadi harus menahan keinginan buang air kecil. Namun hal ini sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan. "Yang penting saat dalam kondisi tidak macet atau tidak terpaksa ditahan, jangan dibiasakan menahan buang air kecil," terang Dr Chaidir.

Jika dibiarkan terus-menerus, keseringan menahan buang air kecil juga bisa berpengaruh pada kesehatan ginjal. Menahan buang air kecil berarti meningkatkan tekanan pada ginjal, mengakibatkan produksi ginjal menurun dan menjadi bengkak. Dalam hal ini ginjal tak dapat berfungsi semaksimal mungkin dan disebut sebagai gagal ginjal.

"Ya bisa disebut gagal ginjal, meskipun mungkin masih tahap awal. Kalau sudah parah nanti bisa sampai harus cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal," terang dr Chaidir.



(ajg/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT