Selasa, 25 Feb 2014 12:15 WIB

Penyakit Jantung di Aceh Tertinggi, Gubernur Salahkan Para Perokok

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Banda Aceh - Nangroe Aceh Darusalam (NAD) memiliki catatan buruk tentang penyakit jantung, yang disebut-sebut paling tinggi di Indonesia. Gubernur NAD, dr Zaini Abdullah menuding para perokok sebagai biang keladinya.

"Faktor paling utama adalah perokok-perokok berat. Mohon besok ditulis besar-besar (larangan merokok), agar tidak ada yang merokok di lingkungan rumah sakit," kata Zaini saat meresmikan Cardiac Hybrid Operating Suite RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh, Selasa (25/2/2014).

Soal rokok ini pula, Wali Nangroe Aceh Malik Mahmud menyampaikan pendapat senada. Menurutnya, merokok di tempat umum memang bisa mengganggu kesehatan sehingga perlu diatur.

"Aturan tentang kawasan rokok, setahu saya belum ada di Banda Aceh. Tapi kalau Pak Gubernur tadi menyampaikan demikian, sepertinya memang perlu ada," kata Malik, ditemui dalam kesempatan yang sama.

Tentu saja, rokok bukan satu-satunya faktor pemicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Zainil menyebut, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat sebagai penyebab lainnya.

Direktur RSUDZA, dr Syahrul, SpS(K) mengatakan jumlah kasus penyakit jantung di Aceh adalah yang tertinggi di Indonesia. Tiap bulan, RSUDZA menangani rata-rata 60 pemasangan ring jantung, 30 bedah jantung, dan 30 kasus kelainan jantung bawaan pada anak.

"Penyakit jantung di Aceh, nomor satu di Indonesia. Morbiditasnya paling tinggi," kata Direktur RSUDZA, dr Syahrul, SpS(K) dalam sambutannya di acara tersebut.




(up/vit)
News Feed