Rabu, 26 Feb 2014 20:01 WIB

Sleep Whisperer, Trik Baru untuk Tertidur dengan Bantuan Video Unik

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selepas lulus, Ilse Blansert tidak berencana mengamalkan ilmunya di bidang kedokteran hewan atau mengejar karir sesuai dengan keahlian yang dipelajarinya di bangku kuliah. Di tahun 2012, ia justru memutuskan untuk menjadi seorang seniman yang kerap disebut 'sleep whisperer'.

Gadis asal Toronto ini menghasilkan buah karya berupa video yang menunjukkan Ilse tengah menepuk-nepuk, menggosok dan menuangkan sejumlah benda, yang tujuannya untuk meninabobokan orang atau Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR).

Seluruh video ASMR buatan Ilse juga dapat dicek di saluran YouTube miliknya yang diberi nama TheWaterwhispers.

"Ini merupakan kombinasi antara berbagai suara yang memberikan efek menenangkan dan membuat rileks karena jika terlalu cepat maka Anda takkan merasakan 'gatal' itu," terang Ilse seperti dikutip dari ABC News, Rabu (26/2/2014).

Menurut Ilse, sensasi 'gatal' yang diperoleh orang-orang yang melihat videonya itulah yang menyebabkan mereka menjadi ngantuk dan mudah tertidur. Dan tak sia-sia, hasil karya gadis berusia 25 tahun itu telah menghasilkan 16 juta 'like' di akun YouTube pribadinya.

Terbukti dari testimoni salah satu penyuka karya Ilse, Emily Hansen dari Houston, AS. Emily mengaku video-video yang dibuat Ilse membuatnya tak lagi sering begadang di malam hari.

"Saya tak bisa tidur dan saya hanya memikirkan tentang berbagai hal yang terjadi dalam hidup saya. Di sisi lain saya hanya ingin rileks. Tapi saya tak mau minum obat tidur atau meditasi," katanya.

Hingga suatu ketika untuk pertama kalinya Emily melihat video ASMR buatan Ilse. Saat itu jugalah ia mengaku kesulitan membuat matanya tetap terbuka.

"Itu merupakan salah satu sensasi paling euforia yang pernah saya rasakan. Saya sebenarnya tak tahu apa itu tadi tapi saya ketagihan.. Dan kedua mata saya terasa berat. Otak saya juga merasa begitu rileks hingga saya pun tertidur," sambungnya.

Sisi baiknya, video ini tidak menimbulkan efek samping atau berpotensi menyebabkan kecanduan.

Hal ini diamini Dr Amer Khan, seorang pakar tidur dari Sutter Neuroscience Institute di dekat Sacramento, AS. "Tak ditemukan adanya dampak fisik yang buruk dari aktivitas semacam ini. Bahkan bisa jadi video-video ASMR ini sama bagusnya atau mungkin lebih baik daripada obat tidur," tuturnya.

Hanya saja Dr Khan memperingatkan jika video ini hanya mengalihkan perhatian orang yang menontonnya dari masalah yang sebenarnya mereka hadapi dan membuat mereka tak bisa tidur.

"Setidaknya cara ini mengingatkan saya tentang bagaimana caranya untuk rileks dan memberikan kenyamanan yang tidak saya temukan pada hal lain," timpal Emily.

Tertarik mencoba?




(lil/vit)