Senin, 24 Mar 2014 12:04 WIB

Stop Merokok Demi Anak

Anak Bukan Asbak, Project Jernih Kampanyekan Stop Merokok Dekat Anak

- detikHealth
dok: Project Jernih
Jakarta - Berhenti merokok memang tidak mudah, sehingga kampanye anti rokok kerap tidak efektif. Berangkat dari kenyataan tersebut, lahirlah gerakan Project Jernih yang bertujuan untuk mengurangi paparan racun rokok pada anak.

"Orang dewasa perokok itu curang. Mereka seenaknya merokok di dekat anak-anak. Padahal anak-anak kan tidak tahu bahwa asap rokok itu berbahaya," ujar penggagas Project Jernih, Bernaldi Pamuntjak tersebut mengawali perbincangannya dengan detikHealth di kantornya Jl BDN II no 7, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, seperti ditulis Senin (24/3/2014).

Pria yang akrab disapa Ben dan bekerja di sebuah agency iklan ini merasakan sendiri betapa kurangnya perhatian para perokok dengan lingkungan sekitarnya, terutama keluarga dan anak-anak. Ia menuturkan bahwa seringkali melihat perokok merokok dengan bebasnya di dekat anak-anak.

Project Jernih dijalankan dengan harapan bahwa para perokok tidak lagi merampas hak anak-anak akan udara jernih. Sementara slogan 'Anak Bukan Asbak' berasal dari keprihatinannya terhadap anak-anak yang berada di dekat perokok terpaksa menghisap asap rokok tersebut. Ben menuturkan bahwa bahaya merokok di dekat anak bukan hanya ancaman kesehatan yang mengincar saluran pernapasan dan paru-parunya, namun juga risiko ke depannya.

"Kalau merokok di dekat anak-anak terus menerus kan nanti anak-anak akan terbiasa melihatnya. Lalu timbul anggapan bahwa merokok adalah perbuatan biasa dan tidak berbahaya, yng akhirnya bisa membuat anak menjadi perokok nantinya," ujar pria berumur 48 tahun tersebut.

Kampanye bertemakan anak-anak bukan asbak ini diluncurkan pada bulan November 2013 lalu. Kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain membagikan pamflet dan poster saat Car Free Day, kampanye melalui media sosial, serta membuat video testimoni dari berbagai kalangan tentang ajakan untuk tidak merokok di dekat anak.

Beberapa yang terlibat dalam video tersebut antara lain musisi Bim Bim Slank, Marcella Lumowa, Fla Priscilla serta Psikolog Ratih Ibrahim dan Career Coach sekaligus penulis Rene Suhardono. Video-video testimoni dari para tokoh tersebut dapat ditemukan melalui situs ProjectJernih.org, twitter @projectjernih dan juga akun Facebook Project Jernih.

Ben mengakui bahwa tujuan utama gerakan ini memang bukan seruan untuk berhenti merokok sama sekali, melainkan untuk membatasi agar tidak merokok di depan anak maupun ibu hamil. Namun jika bisa benar-benar berhenti merokok, tentu lebih bagus karena racun rokok tetap menyisakan residu yang menempel di baju maupun benda lainnya, yang bisa terhirup meski sudah tidak berbentuk asap.

"Merokok itu kan pilihan bagi orang dewasa. Namun harus diingat bahwa anak bukan asbak. Jangan sampai mereka menampung asap hasil pembakaran rokok orang dewasa di sekitarnya," pesan Ben.




(up/vit)
News Feed