Senin, 07 Apr 2014 13:17 WIB

Jangan Pandang Sebelah Mata Anak Cerebral Palsy, Mereka Pun Bisa Berkreasi

- detikHealth
Jakarta - Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran. Itulah sebabnya mengapa anak cerebral palsy mempunyai gangguan gerakan yang terkait dengan refleks berlebihan atau kekakuan, postur tubuh yang abnormal, gerakan tak terkendali, atau beberapa kombinasi dari gangguan tersebut.

Sayangnya, anak-anak cerebral palsy di Indonesia belum sepenuhnya dihargai oleh pihak-pihak juga masyarakat luas. Hal ini diungkapkan oleh Aldi Wisra, S.Ft, seorang fisioterapis.

"Di Indonesia, anak-anak cerebral palsy itu belum sepenuhnya dihargai. Salah satu contohnya adalah belum ada banyak track untuk kursi roda di mall-mall, padahal banyak dari mereka yang harus duduk di kursi roda," ujar Aldi kepada detikHealth saat ditemui di acara Panen Hore yang diadakan Casa Goya Residence, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (7/4/2014).

Menurut Aldi, hal tersebut berbeda jauh dengan keadaan di beberapa negara, seperti Singapura. Aldi menuturkan bahwa di Singapura, track kursi roda selalu ada dan memang disediakan untuk anak dan orang yang berkebutuhan khusus.

"Anak-anak cerebral palsy jangan dipandang sebelah mata. Mereka hanya ingin dihargai saja. Diberi tempat. Itulah yang kurang di sini," imbuh fisioterapis yang berpraktik di pusat terapi Walk This Way.

Aldi menganggap bahwa keadaan ini mungkin karena belum banyak masyarakat Indonesia yang memahami cerebral palsy. Maka dari itu Aldi sangat berharap ke depannya banyak orang yang memahami dan menghormati anak-anak cerebral palsy.

Anak-anak cerebral palsy pun tidak jauh berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Mereka bisa berkreasi, menunjukkan kreativitas, dan produktif. Aldi menyebutkan banyak dari anak-anak cerebral palsy di Indonesia yang sudah mengeluarkan kemampuan seni, seperti membuat buku puisi dan melukis.

"Karena memang tujuan terapi kan untuk membuat mereka menjadi mandiri dan produktif nantinya," tandasnya.



(vit/vta)