Jumat, 11 Apr 2014 10:55 WIB

Pertama Kali! Dokter Menggunakan Google Glass di Ruang Gawat Darurat

- detikHealth
dr Horng dan Google Glass (dok. CNN)
Jakarta - Produk kacamata canggih Google Glass diluncurkan akhir tahun 2013 lalu. Meski hanya dimiliki oleh kalangan terbatas, namun kacamata canggih ini ternyata sudah dimiliki oleh rumah sakit, bahkan sudah dipakai oleh dokter di IGD!

Dokter Steven Horng dari Beth Israel Deaconess Medical Center adalah yang pertama kali menggunakannya. Penggunaan google glass menurutnya sangat bermanfaat karena informasi tentang pasien mulai dari nama, riwayat medis bahkan hasil x-ray dapat dilihat oleh dokter melalui lensa. Hal ini sangat berguna terutama jika pasien tidak dapat berkomunikasi atau tidak mengetahui apa alergi dan pengobatan yang telah mereka lakukan.

"Kini kami tidak perlu lagi bolak-balik mengecek ke komputer untuk mendapatkan data tersebut. Saya juga tetap bisa membuat kontak mata dengan pasien, mengajaknya mengobrol sambil mengakses informasi tentang pasien," papar dr Horng seperti diberitakan CNN dan ditulis Jumat, (11/4/2014).

Keunggulan lain yang didapat dengan penggunaan Google Glass adalah kemampuan voice command yang menyebabkan dokter tidak perlu repot berteriak atau memanggil-manggil suster ketika dibutuhkan. Dr Horng pun mengaku puas dengan adanya fitur voice command dan voice dictation ini.

"Aku hanya tinggal berkata, 'Page perawat,' dan memerintahkan 'perawat, bisakah kamu mengambilkan saya obat bius lagi, terima kasih' dan perintah tersebut akan terkirim langsung secara otomatis," papar dr Horng lagi.

Kontroversi yang muncul adalah penggunaan google glass yang dapat mengenali wajah dan memfoto orang tanpa ketahuan dianggap dapat mengganggu privasi. Akan tetapi penggunaan google glass oleh dr Horng tidak pernah dikeluhkan oleh pasiennya.

"Tidak masalah. Aku sadar tentang isu tersebut tapi aku tidak taku. Hanya dokter terlihat sedikit aneh dan membingungkan," ujar Ashley Aluko, salah satu pasien IGD yang datang ke Beth Israel karena merasa napasnya sesak ketika berlari.

dr Horng mengakui bahwa tidak ada pasien yang pernah melarangnya untuk menggunakan google glass ketika bekerja. Menurutnya, google glass tidak bermasalah bagi pasien, namun malah menark perhatian staf lain yang ingin mencobanya.

Beth Israel Hospital kini memiliki empat kacamata canggih tersebut. Penggunaan kacamata canggih tersebut hanya dibatasi untuk Instalasi Gawat Darurat Saja. Hal itu dikarenakan IGD mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan medis secara cepat untuk menolong pasien.

"Harapanku adalah teknologi dipakai di seluruh rumah sakit. Karena dengan menggunakan google glass, Anda dapat menghemat waktu yang tentunya sangat berharga bagi pasien," pungkas dr Horng



(vit/up)