Kamis, 24 Apr 2014 16:11 WIB

Dibanding Obat, Herbal Ini Diklaim Lebih Ampuh Atasi Artritis Reumatoid

- detikHealth
Foto: ABC
Jakarta - Artritis reumatoid (AR), meski tidak mematikan secara langsung, dapat membuat produktivitas seseorang menurun lantaran rasa nyeri yang ditimbulkan. Biasanya gangguan autoimun ini dijinakkan dengan menggunakan obat methotrexate. Meski demikian, sebuah studi di China menemukan bahwa ada herbal yang lebih ampuh mengatasi AR ketimbang methotrexate.

Tumbuhan tersebut adalah Tripterygium wilfordii Hook F atau yang lebih dikenal sebagai anggur dewa guntur (thunder god vine). Dalam bahasa Mandarin, herbal itu disebut 'lei gong teng'. Ramuan lei gong teng sudah lama digunakan di Cina untuk mengatasi AR, penyakit autoimun yang berpotensi melumpuhkan dan kerap menyerang sendi tangan dan kaki.

Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Xuan Zhang, reumatologis di Peking Union Medical College Hospital, Beijing, lantas menyelidiki kebenaran khasiat ekstrak lei gong teng. Mereka merekrut 207 orang pasien AR yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni kelompok herbal, methotrexate, atau kombinasi keduanya. Enam bulan kemudian, pasien-pasien tersebut diberi pengujian. Patokan peningkatan kondisi yang digunakan adalah ACR 50.

Dari 174 pasien yang mengikuti percobaan sampai akhir, 55 persen pasien grup herbal dinyatakan mencapai ACR 50, sedangkan mereka yang mendapat methotrexat hanya 46 persen saja yang mencapai ACR 50. Hasil terbaik adalah mereka yang mendapat kombinasi herbal Tripterygium wilfordii dan methotrexate, dengan 77 persen partisipan mencapai ACR 50.

Kendati demikian, penggunaan Tripterygium wilfordii bukan tanpa efek samping. Menurut studi itu efek samping yang dialami pasien grup herbal sama dengan pasien grup methotrexate, yakni gangguan pencernaan. Selain itu pasien wanita pada kelompok herbal juga mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Sayangnya, menurut Zhang, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitiannya. Pertama, baik dokter maupun pasien sama-sama mengetahui jenis obat yang mereka dapatkan. Kedua, penelitian itu masih terlalu singkat untuk dapat disimpulkan apakah Tripterygium wilfordii menghambat perkembangan penyakit, ataukah meringankan gejala. Terakhir, dosis methotrexate yang digunakan maksimal adalah 12,5 miligram per minggu. Meski demikian, para ilmuwan mengatakan bahwa dosis itu tergolong standar di Asia.

"Itu standar di Asia, meskipun di barat pada umumnya menggunakan dosis yang lebih tinggi." Demikian tertulis dalam hasil studi, seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (24/4/2014).



(vit/vit)