Rabu, 30 Apr 2014 18:32 WIB

Agar Peralatan Makan dari Plastik Tak Bahayakan Kesehatan, Ini Triknya

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Peralatan makan berbahan plastik kini semakin melimpah dan diminati. Bagaimana tidak, warnanya menarik, bentuknya unik, dan harganya lebih ramah di kantong. Kendati demikian, sebagian besar orang masih meragukan keamanannya untuk kesehatan.

Ada banyak jenis plastik, dua yang paling sering digunakan dalam pembuatan wadah makanan ialah melamin dan polipropilen. Agar aman, Anda harus mengetahui jenis plastik yang dapat membahayakan kesehatan.

Pertama, ialah peralatan makan plastik yang mengandung bisphenol A (BPA) dan phthalate. Kedua senyawa tersebut bersifat toksik dan akhir-akhir ini menimbulkan kecemasan berbagai kalangan. Dianjurkan untuk menggunakan wadah plastik yang memiliki tanda daur ulang berkode 1,2,4, dan 5. Sebab, wadah plastik dengan kode tersebut biasanya tidak mengandung BPA dan phthalate.

Agar tetap aman, hal lain yang perlu diperhatikan ialah mengganti mangkuk plastik tua dengan mangkuk yang baru. Demikian menurut Chris Winder, profesor toksikologi dan kesehatan okupasi di Australian Catholic University.

Menurut penjelasan Winder, plastik merupakan polimer besar yang tersusun dari komponen-komponen kecil yang disebut monomer. Meski polimer tak berbahaya, monomer penyusunnya mungkin masih bersifat racun. Dan plastik tua cenderung lebih mudah terurai menjadi monomer.

"Jika Anda memiliki peralatan makan melamin baru, maka monomernya terikat kuat menjadi polimer. Tetapi jika peralatan tersebut sedikit menua, kontak dengan benda-benda tertentu, termasuk air panas, akan membuatnya melepas monomer. Menurut saya risikonya lebih tinggi," jelas Winder seperti dilansir CNN dan ditulis pada Rabu (30/4/2014)

Meski demikian, Winder dan pakar toksikologi yang lain, Dr Ian Musgrave, sama-sama setuju bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan jika mengonsumsi makanan panas dengan menggunakan peralatan berbahan plastik atau melamin. Pasalnya jumlah melamin yang masuk ke dalam tubuh, 600 kali lebih kecil dari batas maksimal asupan melamin. Artinya, perlu ratusan mangkuk sup panas setiap hari hingga asupan melamin melampaui batas aman.



(up/vta)