Senin, 18 Agu 2014 08:31 WIB

Inspirasi Gadis Skoliosis

Tulang Belakang Melengkung 144 Derajat, Gadis Mojokerto Ini Gigih Berkarya

- detikHealth
Ardha dan kelainan tulang punggungnya (Dok: pribadi)
Jakarta -

Dwi Setya Wardhani (26) masih tergolek lemah di ruang ICU RS Cipto Mangunkusumo. Gadis asal Mojokerto Jawa Timur ini belum pulih betul dari operasi untuk mengatasi skoliosis, kelainan yang membuat tulang belakangnya melengkung hingga 144 derajat.

Skoliosis yang menyerang Ardha, demikian ia biasa disapa, sudah tergolong ekstrem. Lengkungan tulang punggung tampak menonjol di dada kanan dan menjepit paru-parunya. Kondisinya sudah lebih baik setelah dilakukan operasi, meski hingga saat ini Ardha masih harus bernapas dengan bantuan ventilator.

"Skoliosis Ardha sudah sangat parah, karena sudah menjepit paru-parunya. Bengkoknya tulang pun sudah mencapai 144 derajat. Yang membuat kondisi Ardha semakin buruk adalah komplikasi pada tubuhnya. Selain paru-paru, gizi Ardha pun tidak baik karena tidak ada makanan yang bisa dia cerna. Bayangkan saja, usia 26 tahun, tapi beratnya cuma 25 kg (tinggi badan Ardha sekitar 150-an cm)," jelas Dr dr Rahyussalim, SpOT(K), dokter orthopaedi yang menangani Ardha.

Dari hasil foto rontgen, tampak betapa ekstremnya kurva kelengkungan Ardha. Sudut kelengkungan di bagian cervikal atau leher terukur sebesar 32 derajat, di bagian thorakal atau dada mencapai 144 derajat, dan di bagian lumbal atau pinggang 75 derajat.



Sri Wahyurini, ibu Ardha, mengatakan bahwa anak keduanya ini mulai menyadari skoliosis yang dideritanya sejak duduk di bangku kelas 2 SMP. Sejak saat itu kondisinya memburuk, namun Rini tak sekalipun mendengar keluhan muncul dari mulut anak tercintanya tersebut.

Meski terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya sebagai kasir di sebuah rumah sakit untuk beristirahat total 2 tahun belakangan, Ardha tidak mau berdiam diri. Seolah ia ingin membuktikan bahwa skoliosis tidak menghalanginya untuk tetap produktif.

"Ada saja yang dia lakukan. Ya nulis lah, nyelesaiin tugas ke penerbit lah, pokoknya banyak. Dia begitu soalnya dia bilang ke saya, walaupun sakit dia nggak mau jadi orang yang nggak berguna," jelas Sri Wahyurini, ibu Ardha kepada detikHealth, seperti ditulis Senin (18/8/2014).

Impian Ardha untuk menjadi orang yang berguna pun terwujud. Wanita yang mulai menulis sejak duduk di bangku SMA ini sekarang sudah menghasilkan banyak karya. Salah satu karyanya adalah novel berjudul 'Ibuku Berbeda' yang telah terbit di toko buku. Karya tersebut mendapat penghargaan dalam sebuah lomba menulis yang pernah diikutinya.

Ardha juga telah menghasilkan sejumlah karya lainnya, berupa buku yang diterbitkan melalui self publishing. Jadi pembaca bisa menikmati karyanya dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum dicetak. Salah satu novel self publishing yang ditulisnya berjudul 'Gadis 100 Derajat' yang berisi kisah tentang dirinya sendiri.

 

Tak cuma menulis novel, Ardha pun kerap mencurahkan isi hatinya ke dalam bentuk puisi. Kini, curahan hatinya telah dikumpulkan menjadi sebuah buku antologi puisi berjudul 'Meraih Mimpi'.

Patutlah 2 jempol diacungkan untuk kegigihan penulis wanita yang memiliki nama pena Gluck Fraulein ini. Salut!

(up/up)