Jumat, 22 Agu 2014 18:04 WIB

Hati-hati! Bakteri Salmonela Juga 'Tersembunyi' di Kacang-kacangan

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Bakteri salmonela biasanya identik dengan ayam atau telur ayam yang dimasak setengah matang. Tapi, ternyata saat ini kacang-kacangan pun dikhawatirkan telah terkontaminasi bakteri penyebab penyakit di organ pencernaan.

Dikutip dari BBC, Jumat (22/8/2014), melalui The Food and Drug Administration, The nSpired Natural Inc. mengumumkan jika beberapa jenis kacang, almond, dan selai kacang dikhawatirkan telah terkontaminasi bakteri salmonela. Perusahaan ini telah membuat peringatan tentang risiko konsumsi produk selai kacang setelah melalukan beberapa tes yang menunjukkan hubungan erat antara konsumsi produk dengan empat kasus penyakit.

Produk-produk yang dikhawatirkan terkontaminasi adalah Arrowhead Mills Peanut Butters, MaraNatha Almond Butters and Peanut Butters. Secara lengkap, daftar produk yang dikhawatirkan terkontaminasi ada di FDA.go. Perusahaan tersebut disarankan untuk menghapus persediannya dari konsumen dan pengecer untuk sementara ini.

Namun, Anda tak perlu khawatir sebab produk-produk selai kacang yang terkontaminasi salmonela ini hanya dijual di Amerika, Kanada, Hongkong, Arab Saudi, dan Republik Dominika. Pada 2012 lalu, peringatan akan bahaya kontaminasi bakteri Salmonela juga ditemukan pada produksi selai kacang buatan Sunland Inc. Dilaporkan sekitar 42 kasus pasien yang terinfeksi bakteri salmonela karena mengonsumsi produk ini. Saat ini, perusahaan tersebut telah menghentikan produksi selai kacang mereka.

CDC melaporkan orang yang terinfeksi Salmonella biasanya disebabkan oleh makanan yang masuk ke diri mereka. Salmonela biasanya akan mengakibatkan diare, demam, dan keram perut. Biasanya gejala ini akan mulai 12 sampai 72 jam setelah dikonsumsi. Gejalanya pun diikuti dengan muntah, menggigil, sakit kepala, dan sakit di seluruh otot.

Paling lama penyakit ini akan bertahan dalam tubuh sekitar empat hingga tujuh hari. Kemudian penyakit ini akan hilang dengan sendirinya tanpa ada perawatan khusus. Tapi jika melewatkan cek kesehatan, salmonela bisa menyebar ke peredaran darah. Oleh sebab itu, sakit yang disebabkan salmonela ibisa juga menyebabkan kematian bagi orang yang tidak mendapat penanganan tepat dan cepat dengan antibiotik.

Anak-anak, orang dewasa, dan orang yang memiliki lemah harus berhati-hati dengan salmonela ini. Sebab, sekitar 48 juta orang selama setahun mengalami gejala keracunan makanan. Berdasarkan data CDC tahun 2012, Salmonela menjadi penyebab utama dari sakit karena bawaan makanan. Diketahui saat ini jika seluruh kejadian Salmonella yang ada di wilayah Amerika mewakili 15 % pasien yang terinfeksi saluran salmonela dengan negara lain.



(rdn/rdn)