Selasa, 26 Agu 2014 13:00 WIB

Wallet Sciatica

Mengantongi Dompet di Saku Belakang Lebih Bahaya Kalau Bokongnya Tepos

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kebiasaan duduk dengan mengantongi dompet di saku celana bagian belakang bisa memicu gangguan yang disebut wallet sciatica. Risikonya lebih besar jika bokong atau pantatnya tepos alias tidak terlalu tebal.

Pakar kesehatan tulang dan sendi dari RS Siloam Surabaya, dr Benedictus Megaputera, SpOT menjelaskan ada 3 faktor yang memengaruhi keluhan akibat menyimpan dompet di saku belakang. Pertama, ketebalan otot pantat dan lemak di daerah tersebut. Makin tebal pantatnya, makin aman dari gangguan saraf.

"Sebenarnya saraf sciatic dilindungi oleh otot pantat dan lemak. Ketebalannya saja yang berbeda-beda," jelas dokter yang akrab disapa dr Ega ini kepada detikHealth, Selasa (26/8/2014).

Faktor kedua, ketebalan dan kekerasan dompet. Makin tebal dan keras, makin lama pula tekanan yang dialami saraf sciatic saat duduk dengan mengantongi dompet di saku belakang. Jika muncul keluhan, maka sakitnya pun semakin lama.

Faktor ketiga adalah lamanya duduk. Wallet sciatica atau keluhan pada saraf sciatic akibat mengantongi dompet di saku belakang banyak dikeluhkan para pria yang banyak duduk. Misalnya menyetir jarak jauh, atau seharian berada di depan komputer. Jika memang harus demikian, sebaiknya dompet disimpan di tempat lain.

Sciatic adalah nama saraf yang ada di sepanjang sum-sum tulang belakang. Saraf ini memanjang hingga ke kaki, dan memicu keluhan pegal-pegal hingga kesemutan jika mengalami tekanan. Salah satu pemicu tekanan adalah dompet di saku belakang.

(up/ajg)