Minggu, 31 Agu 2014 08:05 WIB

Cepat Bermutasi, Virus Ebola Diprediksi Akan Terus Memakan Korban

- detikHealth
Foto: Reuters
Monrovia - Sebuah studi dari beberapa kasus awal Ebola di Sierra Leone menunjukkan virus bermutasi dengan cepat. Dari kasus awal, Ebola telah mengalami 300 perubahan genetik saat virus berpindah dari orang ke orang.

"Kami menemukan virus tersebut melakukan seperti apa yang dilakukan virus lainnya. Dia bermutasi," ujar pimpinan penelitian, Pardis Sabeti seperti dikutip dari ABC Australia, Minggu (31/8/2014).

Robert Garry dari Tulane University yang juga terlibat dalam penelitian mengatakan pada kasus Ebola, virus bermutasi dua kali lebih cepat saat menyerang manusia jika dibandingkan pada kelelawar buah.

Perubahan yang cepat pada virus Ebola dikatakan oleh para peneliti dapat menumpulkan usaha penciptaan obat dan diagnosis penyakit. Sampai sekarang belum dapat diketahui apakah mutasi ini membuat virus semakin mudah tersebar.

Sementara itu World Health Organization (WHO) memprediksi dengan kondisi yang terjadi di lapangan, korban Ebola dapat mencapai angka 20.000 jiwa. Hingga 26 Agustus 2014 korban meninggal Ebola sudah mencapai 1.552 jiwa.

Asisten Direktur Jenderal WHO Dr Bruce Aylward mengatakan Ebola bukan hanya masalah Afrika Barat saja tapi juga masalah dunia. Usaha gabungan global dibutuhkan untuk menangani epidemi ini.

"Ini adalah operasi besar. Kita berbicara lebih dari 12.000 orang yang akan beroperasi di beberapa kondisi geografis dan keadaan berisiko tinggi. Ini adalah operasi yang mahal," ujar Aylward.

(up/up)