Kamis, 11 Sep 2014 14:22 WIB

Kerjasama dengan Interpol, BPOM Sita 1.530 Obat dan 1.963 Kosmetik Ilegal

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Peredaran obat, obat tradisional dan kosmetik ilegal semakin merebak dan kian meresahkan. Ditunjuk oleh NCB Interpol Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sita ribuan obat dan kosmetik palsu melalui operasi STORM V.

Operasi STORM adalah operasi internasional dengan sasaran sediaan farmasi ilegal, yang digagas oleh International Criminal Police Organization (ICPO) Interpol. Operasi ini dilaksanakan oleh hampir semua negara Asia Tenggara dan beberapa negara Asia. Di Indonesia, BPOM ditunjuk menjadi focal point oleh NCB Interpol Indonesia.

"Kami baru saja melaksanakan operasi STORM V yang digagas oleh Interpol. Dibandingkan dengan operasi STORM IV tahun lalu, temuan kami kali ini lebih banyak. Ini karena wilayah operasi kami lebih besar dan lebih ke hulu, tepatnya di sarana distribusi," ujar Kepala Badan POM, dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc, dalam konferensi pers di Gedung C BPOM, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Operasi yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia melalui 31 Balai POM tersebut menemukan 154 sarana produksi dan distribusi nikai ekonomi Rp 31,66 miliar. Jumlah tersebut dengan rincian 173 item obat ilegal, 1.520 item obat tradisional ilegal dan 1.963 item kosmetik ilegal.

"Sudah ada 1 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan total nilai sitaan sekitar Rp 31,66 miliar," imbuhnya.

Rincian asal produk berdasarkan label menurut Roy yakni produk lokal 1.499 item dan produk impor 2.157 item.

Modus tindak pidana yang dilakukan pelaku antara lain mencampurkan bahan baku obat ke bahan obat herbal, mencantumkan nomor izin edar fiktif pada kemasan produk, serta mengedarkan/menjual produk yang sama sekali tidak memiliki izin edar.

(ajg/vit)
News Feed