Jumat, 31 Okt 2014 19:05 WIB

Penemuan Peneliti Muda

iBlind, Prototype Telepon Genggam Khusus untuk Tunanetra

- detikHealth
Foto: M Reza (detikHealth)
Jakarta - Tunanetra sebenarnya sudah bisa menggunakan telepon genggam dengan ‎menggunakan program text to speech di ponsel pintar mereka. Namun karena dinilai masih memiliki kekurangan, dua mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta berencana membuat ponsel khusus bagi tunanetra. Wow!

Muhammad Hanif Sugiyanto dan Swakresna Edityomurti menilai bahwa program text to speech untuk tunanetra kurang sempurna. Sebab beberapa kata akronim serta pelafalan huruf yang menggunakan aksen bahasa Inggris masih sulit ditangkap sebagian tunanetra.

"Karena itu kami bertujuan membuat ponsel yang khusus untuk tunanetra, yang prinsipnya menggunakan huruf braille. Jadi tunanetra yang sulit mendengar juga bisa menggunakan ponsel untuk baca dan berkirim sms," tutur Swakresna pada detikHealth di acara International Exhibition for Young Inventors di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).

Prinsip penggunaan sama seperti ponsel biasa. iBlind menerima sinyal dari satelit operator‎ dan menangkap SMS. Bedanya, program yang dibuat oleh Kresna dan Hanif membuat sinyal SMS yang ditangkap diterjemahkan sebagai huruf braille.

Dalam gambar desain yang ditunjukkan Hanif, bentuk iBlind ini memang berbeda dari ponsel biasa, bahkan boleh dikatakan mirip dengan keyboard komputer. Hal ini sengaja mereka lakukan agar panel huruf braille dapat dibuat lebih banyak dan lebih besar untuk memudahkan para tunanetra.

"Belum jadi sih. Yang kami bawa ini purwarupanya. Kami ingin menunjukkan sistem kerjanya menggunakan lampu LED yang berwarna ini. Jadi SMS masuk, lampunya menyala sesuai huruf braille untuk LED tersebut," sambung Kresna.

Mereka juga membawa model kasar bagaimana nanti iBlind bekerja. Model berbentuk kotak tersebut mempunyai slot yang dapat timbul dan membentuk huruf Braille hasil terjemahan SMS dari program tadi.

Memang penemuan yang dibawa mereka masih berupa prototype dan belum berbentuk sempurna. Namun bukan berarti penemuan ini tidak bermanfaat. Dengan adanya iBlind, peluang tunanetra untuk dapat berkomunikasi via SMS pun akan semakin besar.

"Kendalanya memang masalah desain. Sudah ada desain gambarnya cuma memang belum dibuat karena beberapa kendala teknis," pungkas Hanif.

(mrs/vit)
News Feed