Kamis, 13 Nov 2014 16:05 WIB

Tak Bisa Diobati, Pasien Hipotiroid Kongenital Butuh Terapi Seumur Hidup

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Bekasi - Hipotiroid Kongenital (HK) adalah penyakit kekurangan hormon tiroid pada bayi karena pembentukan kelenjar tiroid yang tidak sempurna. Karena penyakit timbul sejak dalam kandungan, dokter anak mengatakan HK tidak bisa diobati namun hanya bisa dicegah sebelum menimbulkan kerusakan.

Jika HK dibiarkan, hormon tiroid yang bertanggung jawab terhadap metabolisme tubuh dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Hal tersebut terjadi karena hormon tiroid bertanggung jawab mengontrol metabolisme tubuh seperti dikatakan dr Erwin P. Soenggoro, SpA(K), dari FKUI.

"Kalau itu tidak deteksi cepat, otaknya ini yang terkena. Jadi perkembangan otaknya bisa telat. Kalau sudah kena otak tidak bisa sembuh," kata dr Erwin saat ditemui pada acara advokasi skrining hipotiroid kongenital (SHK) di Hotel Amaroosa, Bekasi Barat, Kamis (13/11/2014).

Terapi HK yang diberikan pada bayi dilakukan dengan cara memberikan pil tiroksin yang telah dicampur dengan air susu ibu (ASI) atau air putih. Obat diberikan secara rutin setiap hari untuk menjaga hormon tiroid dalam tubuh tetap normal.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksanaan Skrining HK di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), dr Diet S. Rustama, SpA(K), mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan tindakan medis tersebut karena cukup terjangkau.

"Obatnya sebutir sekitar Rp 1.500 dan padahal untuk bayi itu kita tidak memerlukan sampai satu tablet tapi setengah tablet saja. Jadi meski pengobatan seumur hidup bisa kita melakukannya karena tidak membebani," imbuh dr Diet saat ditemui pada acara yang sama.

(vit/vit)