Sabtu, 15 Nov 2014 16:01 WIB

Penelitian: Orang yang Bicara Dua Bahasa Otaknya Lebih Efisien

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di era globalisasi, kita sering dituntut industri dapat menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Tak luput juga bahasa lainnya yang sesuai dengan latar belakang perusahaan.

Menurut penelitian, orang yang berbicara dua bahasa (bilingual) tidak perlu bekerja keras untuk mengerjakan tugas dibandingkan orang yang hanya berbicara satu bahasa (monolingual). Penelitian ini telah terbit di jurnal Brain and Language.

Peneliti menggunakan teknologi Functional Magnetic Imaging (fMRI) di Universitas Northwestern dan Universitas Houston. Mereka meneliti aktivitas otak pada 18 orang yang hanya berbicara bahasa Inggris dan 17 orang yang dapat berbicara bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Para ilmuan menemukan fakta bahwa orang yang dapat berbicara dua bahasa memiliki ingatan yang kuat dan dapat berbicara menggunakan kedua bahasa tersebut dengan fasih.

Selama penelitian, mereka ditugaskan dalam serangkaian tugas yang melibatkan pemahaman bahasa. Partisipan diminta mengindentifikasi sebuah objek setelah mendengarkan suara dari headphone. Sebagai contoh, terdapat dua gambar yang menunjukan dua objek yang menunjukan gambar 'cloud' (awan) dan 'clown' (badut). Pelafalan kedua objek tersebut sama-sama terdengar mirip, sedangkan tugas mereka harus mampu mengidentifikasi dengan benar gambar apakah yang dimaksud.

Hasilnya, baik monolingual maupun bilingual, keduanya mampu menebak objek tersebut dengan benar di waktu yang sama. "Tetapi monolingual tampak harus bekerja lebih keras," ucap Viorica Marian, profesor komunikasi science and disorder di Universitsa Northwestern kepada FoxNews.com, dikutip dari Fox News pada Sabtu (15/11/2014).

"Pada dasarnya cara kerja fMRI memungkinkan kami mendapat gambaran sekilas apa yang terjadi di dalam otak, fMRI mengukur tekanan darah dan oksigen di mana kami melihat otak bekerja keras di area ini pada orang monolingual," ucap Sarah Chabal, PhD salah satu penulis science and disorders di Universitas Northwestern.

Tim Viorica Marian mengambil kesimpulan bahwa eksplorasi bahasa berdampak pada aktivitas neurologis, orang yang berbicara dua bahasa mampu menontrol bahasa yang akan dipakai dengan memilih salah satu bahasa yang digunakan untuk menyebut suatu objek dalam penelitian ini.

Penelitian sebelumnya juga menunjukan bahwa orang yang berbicara dua bahasa memiliki fokus yang lebih baik di dalam kebisingan kelas jika dibandingkan dengan orang yang hanya berbicara satu bahasa.

"Kami senang menguji kefokusan mereka di ruang olahraga menggunakan alat pengangkat berat, orang yang berbicara dua bahasa (bilingual) dapat mengangkat beban yang lebih berat daripada orang yang hanya berbicara satu bahasa (monolingual) ketika mendengarkan pidato," ucap Sarah Chabal.

Ia menambahkan, mereka telah melakukan hal ini selama masa hidupnya, jadi mereka memiliki kekuatan untuk mengontrol dua bahasa yang akan digunakan. Hal ini membuat otak mereka lebih efisien.

(up/up)