Rabu, 10 Des 2014 13:25 WIB

Melihat Puskesmas Lebih Dekat

Cerita Petugas Puskesmas Soal Pasien BPJS yang 'Banyak Maunya'

- detikHealth
foto: Reza/detikHealth
Jakarta - Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan primer menjadi ujung tombak pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Nah, sebagai pelayan masyarakat, petugas Puskesmas juga punya cerita sendiri.

Asih, salah satu petugas di Puskesmas Kelurahan Bidara Cina III, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan bahwa sehari-harinya ia sering melayani para pasien peserta JKN yang berobat. Ada sedikit keluhan yang dikatakan Asih terkait sikap para pasien yang menurutnya sering 'banyak maunya'.

"Mereka sering minta dirujuk ke rumah sakit yang di luar kewenangan kami. Padahal bukannya tidak mau cuma memang kami bekerja sesuai aturan, tapi disebutnya menolak pelayananlah, mempersusah pasienlah, dan lain lain," ungkap Asih ketika ditemui detikHealth di Puskesmas Bidara Cina, Jl Tanjung Lengkong, Jatinegara, Jakarta Timur, seperti ditulis Rabu (10/12/2014).

Asih bercerita soal salah satu pasien JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dirasanya mempersulit kinerja petugas Puskesmas. Pasien tersebut mempunyai keluhan anaknya sakit diare namun minta dirujuk ke rumah sakit UKI yang notabene merupakan rumah sakit swasta.

Ketika dijelaskan bahwa Puskesmas Bidara Cina III hanya dibolehkan merujuk ke RS Duren Sawit, RS Pasar Rebo dan RS Budi Asih, pasien tersebut marah dan ngotot meminta dirujuk ke RS UKI. Karena memang tak berwenang, akhirnya pasien tersebut berobat sendiri ke RS UKI dengan biaya pribadi.

"Kami kan bekerja sesuai peraturan, memang cuma tiga RS itu yang jadi rujukan Puskesmas kami. Kami melaksanakan tugas sesuai peraturan tapi malah disebut mempersulit pasien," ungkap Asih lagi.

Selain minta dirujuk ke rumah sakit besar dan swasta, salah satu keluhan ‎lain yang diungkap Asih adalah kecenderungan pasien yang menolak perawatan dan pengobatan dari Puskesmas. Tanpa sebab yang jelas, pasien dikatakannya lebih memilih dirawat di rumah sakit daripada Puskesmas, meskipun pelayanan yang diberikan sama.

"Kayak diare atau batuk pilek itu kan bisa kita tangani. Tapi banyak yang nggak mau mungkin karena gengsi atau apa ya, mentang-mentang gratis maunya di rumah sakit terus," tandasnya.

(mrs/up)