Berhenti 'Minum', Pecandu Alkohol Juga Bisa Rasakan Sakaw

Berhenti 'Minum', Pecandu Alkohol Juga Bisa Rasakan Sakaw

- detikHealth
Kamis, 11 Des 2014 19:35 WIB
Berhenti Minum, Pecandu Alkohol Juga Bisa Rasakan Sakaw
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Ketika pecandu narkoba menjalani rehabilitasi, berbagai keluhan rasa sakit dan tak nyaman di tubuh sering dilontarkan atau sering disebut sakaw. Pada pecandu alkohol pun keluhan yang sama muncul ketika mereka tak lagi mengonsumsi alkohol.

"Sama saja. Ada yang disebut withdrawal yaitu ketika alkohol dalam tubuh turun pelan-pelan, maka ada gejala tidak nyaman bisa sampai seminggu," tutur dr Danardi Sosrosumihardjo SpKJ di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2014).

Gejala yang bisa dialami di antaranya rasa cemas berlebih, terus-terusan ngantuk, dan paranoid. dr Danardi menambahkan gejala seperti itu umumnya dialani oleh mereka yang sudah adiktif dan mengonsumsi alkohol setiap hari di atas kadar 40 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menerapi pecandu, dikatakan dr Danardi, harus diubah dulu pola pikir maladaptif yang dialami. Sebab, saat seseorang kecanduan alkohol maka sistem saraf pusat terganggu, fungsi tubuh, serta koordinasi dan reaksinya terganggu.

"Maka dari itu kan mereka cenderung masa bodo dan nggak mau tahu. Nah, pertama kita kasih tahu terus kecanduan kamu bisa mati, badan bisa rusak. Setelah pola pikirnya berubah, baru kita lakukan terapi lain secara bertahap," kata dr Danardi.

Dengan kata lain, ketika pasien siap untuk tidak minum alkohol lagi, maka akan dilakukan terapi sebagai antisipasi efek samping tidak mengonsumsu alkohol. Misalnya tidak bisa tidur maka akan diberi obat tidur atau saat cemas berlebih diberi obat penghilang kecemasan. Untuk waktu terapi, waktunya bervariasi antara 3-6 bulan.

Bagi para pecandu, ketika berada pada masa prakontemplasi maka tidak ada keluhan akibat konsumsi alkohol. Namun, saat fase kontemplasi dan muncul keluhan seperti pusing dan sakit kepala, barulah pecandu mulai 'disadarkan' efek dari konsumsi alkohol.

dr Danardi menambahkan, jika memiliki tujuan rekreasional, peminum hanya mengonsumsi alkohol sesekali dan untuk tujuan bersenang-senang. Mereka juga cenderung patuh pada aturan minum. Berbeda ketika seseorang sudah menjadi pecandu, mereka cenderung ingin minum alkohol dengan kadar makin lama makin tinggi dan setiap hari.

"Saat dirasa kurang jos maka ditambah lagi dosisnya. Tapi ingat tidak semua peminum jadi pecandu karena berubahnya peminum jadi pecandu disebabkan banyak faktor seperti budaya, lingkungan, dan karakter yang bersangkutan," tutur dr Danardi.

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads