Jumat, 12 Des 2014 07:30 WIB

Wabah Ebola Kali Ini Tercatat Paling Buruk, Apa Sebabnya?

- detikHealth
dok: WHO
Jakarta - Penyakit Ebola pertama kali muncul tahun 1976 di Sudan dan Kongo, dan sejak saat itu tercatat sudah terjadi sedikitnya 33 outbreak. Namun wabah di Afrika Barat kali ini yang dimulai pada Desember 2014 tercatat sebagai yang terburuk.

Dr Michael Friedman, medical officer WHO Indonesia yang pernah bertugas untuk menangani Ebola di Sierra Leone mengakui kurangnya persiapan dalam mengantisipasi wabah kali ini. Respons awal dinilainya tidak mencukupi karena di luar dugaan, virus sebegitu mudahnya menyebar.

Secara umum, sistem kesehatan di Afrika Barat juga tidak cukup kuat sebagai dampak perang saudara yang sering melanda wilayah tersebut. Infrastruktur dan juga sumber daya manusia yang terbatas turut memperparah kondisi tersebut.

Di Sierra Leone sendiri, seperti dituturkan dr Friedman, Ebola pertama kali menyebar di daerah urban yang kumuh dan padat penduduk. Penanggulangan infeksi di klinik dan rumah sakit tidak cukup kuat dan sangat sulit untuk memperbaikinya dalam waktu yang singkat.

"Banyak tenaga kesehatan meninggal dalam beberapa bulan pertama," kata Dr Friedman yang kini menjabat sebagai Team Leader Immunization Program WHO Indonesia, dalam temu media di Hotel Intercontinental Midplaza, seperti ditulis Jumat (12/12/2014).

Akibatnya banyak klinik dan rumah sakit tutup karena takut, dan memang kekurangan tenaga. Tidak adanya vaksin maupun obat untuk menyembuhkan Ebola, serta tingkat kematian yang tinggi turut menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Hanya dalam kurun 8 bulan, wabah Ebola di Afrika Barat telah menjangkiti sedikitnya 16.000 orang dan menewaskan lebih dari 6.000 di antaranya. Namun berkat kerja keras berbagai pihak, perlahan tapi pasti persebaran Ebola mulai bisa dikendalikan. Nigeria dan Senegal bahkan sudah menyatakan bebas dari penyakit tersebut.

"Risiko penularan di kalangan tenaga kesehatan, saat ini jauh sudah lebih rendah dibanding 4-5 bulan yang lalu," kata Dr Friedman.

(up/up)