Sabtu, 13 Des 2014 10:24 WIB

Remaja Banyak Dengar Soal HIV-AIDS, Namun Tak Semuanya Paham

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Berkembangnya teknologi membuat para remaja menjadi lebih mudah mendapat informasi soal HIV-AIDS. Meski banyak informasi, namun tak semua remaja paham secara detail soal HIV-AIDS, termasuk risiko penularan melalui hubungan seks berisiko.

Sudibyo Ali Moesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemmberdayaan Keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengatakan bahwa sekitar 60 persen remaja mengetahui atau pernah mendengar dan tahu bahaya HIV-AIDS. Namun, informasi tersebut hanya bersifat sebagian dan tak lengkap.

"Memang saya kira 60 persenan remaja tahu soal HIV-AIDS ya. Tapi yang benar-benar paham soal bahayanya, bentuk penularan serta faktor risikonya mungkin hanya 11-13 persen," tutur Sudibyo kepada wartawan usai mengikuti Gebyar Remaja Indonesia Peduli HIV-AIDS, di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Jl Rawamangun Muka, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (13/12/2014).

Data Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012, terdapat peningkatan penerimaan informasi remaja soal HIV-AIDS. Dari 3 persen pada tahun 2007 menjadi 13 persen pada tahun 2012 untuk remaja wanita, dan dari 1 persen pada 2007 menjadi 12 persen pada 2012.

"Jadi mereka memang banyak dengar, lewat televisi, radio atau internet. Tapi tak paham, mungkin karena dengarnya setengah-setengah, atau hanya dari teman sebaya tapi temannya juga nggak paham," tuturnya lagi.

Untuk itulah BKKBN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) serta Kampus UNJ mengadakan acara Gebyar Remaja Indonesia Peduli HIV-AIDS. Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman remaja soal HIV-AIDS.

"Harapannya ya semogaā€ˇ nanti setelah acara ini mereka punya pengetahuan lebih soal HIV dan dapat disebar kepada teman lainnya," tandas Sudibyo.

(mrs/up)