Senin, 05 Jan 2015 14:02 WIB

Meski Tidak Mematikan, Virus Chikungunya Bisa Bikin Pasien Sulit Bergerak

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penyakit seperti demam berdarah atau kanker memang mendapatkan lebih banyak perhatian karena risikonya mematikan. Namun bukan berarti penyakit lain seperti Chikungunya lantas bisa dianggap enteng. Jika didiamkan, penyakit ini dapat membuat pasiennya sulit bergerak dan berjalan lho.

"Chikungunya memang tidak sampai menimbulkan risiko kematian, tapi perlu diwaspadai karena bisa membuat pasiennya sulit berjalan karena salah satu gejalanya adalah nyeri di sendi besar seperti siku dan lutut," papar dokter spesialis penyakit dalam dari RS Al Islam Bandung, dr Muhammad Iqbal, SpPD, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Senin (5/1/2015).

Nyeri yang muncul ini utamanya bukan terjadi karena 'serangan' dari virus Chikungunya itu sendiri, melainkan karena efek pemulihan yang dimiliki oleh antibodi tubuh untuk menghancurkan si virus tersebut.

"Kalau ada virus tubuh bereaksi menghasilkan antibodi yang sebagian menimbulkan rasa tidak nyaman, padahal tujuan sebenarnya adalah untuk menghancurkan virus yang masuk itu. Cuma memang macam-macam dampaknya, mulai dari demam sampai nyeri di sendi," lanjut dr Iqbal.

Menurut dr Iqbal, penyakit Chikungunya bisa sembuh dengan mengonsumsi obat dalam waktu sekitar seminggu. Hanya saja, nyeri sendi yang cukup mengganggu pasien kadang bisa bertahan lebih lama, bahkan bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.

Selain nyeri sendi, gejala lain yang perlu diwaspadai oleh pasien Chikungunya adalah demam tinggi terus-menerus selama lebih kurang tiga sampai lima hari. Jika kedua gejala utama ini sudah muncul, saat dikonsultasikan ke dokter umumnya pasien akan diminta untuk cek trombosit.

Nah, jika trombosit turun maka kemungkinan pasien mengalami demam berdarah. Sementara jika kadar trombosit cenderung normal, kemungkinan pasien mengalami Chikungunya. "Terutama jika pasien tahu di daerah rumahnya sedang banyak yang sakit Chikungunya juga," imbuh dr Iqbal.

(ajg/vit)