Selasa, 13 Jan 2015 12:35 WIB

Minuman Berkarbonasi dan Kesehatan

Tak Banyak yang Tahu, Ada Jenis Minuman Bersoda yang Bisa Lancarkan BAB

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Minuman berkarbonasi atau minuman bersoda digemari karena sensasi dingin yang menyegarkan di tenggorokan. Hanya saja tak banyak yang tahu, ada jenis minuman soda yang kerap digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan.

dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pakar kesehatan saluran cerna dari FKUI-RSCM mengatakan bahwa memang ada penggunaan minuman soda untuk pencernaan. Salah satunya yang paling bermanfaat adalah fungsinya untuk melancarkan saluran cerna.

"Ya memang ada manfaatnya, tapi bukan serta merta begitu ya. Minuman bersoda atau minuman berkarbonasi itu bisa untuk melancarkan saluran cerna dan melancarkan buang air besar (BAB)," ungkap dr Ari ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis Selasa (13/1/2015).

Minuman bersoda yang dimaksud dr Ari bukanlah jenis minuman ringan dan kola yang selama ini kita kenal. Minuman bersoda yang dapat melancarkan BAB tersebut dikenal sebagai sparkling water atau carbonated water.

dr Ari mengatakan bahwa efek letupan yang dihasilkan oleh karbondioksida (CO2) pada minuman tersebut memicu rasa nyaman di usus besar. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah untuk buang air besar.

Hanya saja, efek ini memang tak berlaku bagi semua orang. Dikatakan dr Ari bahwa fungsi utama yang dicari seseorang ketika mengonsumsi minuman bersoda tentunya bukan untuk melancarkan pencernaan, namun untuk mencari sensasi letupan yang menyegarkan di tenggorokan.

"Jadi itu case by case, maksudnya nggak terjadi ke semua. Karbon atau CO2-nya itu kan tidak terserap di dalam darah, hanya sebatas di pencernaan saja," ujarnya.

dr Ari juga mewanti-wanti agar konsumsi minuman bersoda disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika seseorang memiliki masalah kesehatan, terutama masalah pencernaan, ia menyarankan agar sebaiknya tidak meminum minuman bersoda.

"Lebih baik konsultasi ke dokter dulu, boleh tidak minum soda ketika kita punya masalah kesehatan. Tapi selama tidak ada masalah, kondisi sehat, ya nggak apa-apa," paparnya.

(mrs/up)