Jumat, 06 Feb 2015 15:35 WIB

Krisis Ekonomi, 1 Buah Kondom di Venezuela Harganya Rp 250.000

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Krisis ekonomi yang dialami Venezuela ternyata memiliki efek di bidang kesehatan. Pakar mengatakan bahwa akibat krisis ekonomi, harga kondom, pil KB hingga obat HIV mengalami peningkatan yang sangat tajam karena jumlahnya yang semakin sedikit.

Jhonatan Rodriguez, Direktur StopVIH, salah satu yayasan non-profit yang fokus ke masalah kesehatan seksual, mengatakan bahwa harga kondom yang melesat tinggi membuat program pencegahan HIV dan kehamilan tak terencana juga akan meningkat.

"Bayangkan saja jika Anda harus mengeluarkan Rp 250.000 untuk membeli satu buah kondom. Tentu saja remaja di Venezuela tidak akan mampu membelinya. Ini tentunya menghancurkan program yang sudah kami lakukan sejak bertahun-tahun yang lalu," tutur Rodriguez, dikutip dari Medical Daily, Jumat (6/2/2015).

Baca juga: Ingin Seksi dengan Bokong Besar, Wanita Venezuela Ini Malah Menderita

Satu pak kondom isi 36 buah dijual seharga Rp 9,5 juta di sana. Konsumen sebenarnya bisa membeli kondom eceran yang berisikan 3 buah kondom seharga Rp 750.000, yang tetap saja dirasa mahal untuk kantung remaja.

Hal yang sama juga berlaku untuk pil KB dan dan obat anti retroviral (ARV). Padahal Venezuela memiliki reputasi buruk sebagai negara dengan kehamilan remaja paling tinggi kedua untuk Amerika Selatan. Negara ini juga ternyata peringkat ketiga untuk infeksi HIV terbesar di Amerika Selatan.

Carlos Cabrera, dokter kandungan yang bekerja di Caracas mengatakan bahwa pemerintah seharusnya memikirkan kesehatan masyarakat di atas hal-hal yang lainnya. Ia tak menampik bahwa krisis ekonomi merupakan penyebab kesulitan ini, namun seharusnya masalah kesehatan harus menjadi prioritas penanganan.

Baca juga: Dokter-dokter di Venezuela Cemaskan Kelangkaan Implan Payudara

"Anda melihat perempuan usia sekolah yang harus berhenti menjalani pendidikan karena hamil setiap hari di jalanan. Lantas apa yang dilakukan pemerintah? Tidak ada! Mereka hanya memikirkan bagaimana krisis ini tidak mempengaruhi kekayaan mereka," tutur Cabrera.

Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela merupakan imbas dari jatuhnya harga minyak dunia. Seperti diketahui, minyak mentah merupakan komoditi ekspor Venezuela yang paling besar menghasilkan devisa untuk negara.

(mrs/up)