Rabu, 11 Feb 2015 08:32 WIB

Kantor Urusan Agama Turut Didorong Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock) ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pernikahan dini masih menjadi masalah di Indonesia karena dikatakan oleh para ahli berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu (AKI). Kementerian agama khususnya pada tingkat kantor urusan agama (KUA) kini didorong untuk turut andil memecahkan masalah tersebut.

Kementerian Kesehatan (kemenkes) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta agar KUA turut bantu sosialisasikan kesehatan reproduksi. Pernikahan dini diharap dapat berkurang jika para calon pengantin mengerti risiko-risikonya.

Baca juga: Usulan Kenaikan Usia Batas Minimal Nikah untuk Hindari Risiko Kehamilan Dini

Plt Kepala BKKBN Fasli Jalal mengatakan pihaknya telah membuat sekitar 8.000 buku panduan yang akan disebarkan ke KUA dan dapat digunakan sebagai referensi untuk mendidik.

"Kita sepakat sudah bertemu dengan ratusan kantor-kantor urusan agama untuk berikan nasihat perkawinan dan kita buatkan modulnya. Bagaimana calon pengantin harus memahami delapan isu yang ada di bab buku itu termasuk usia perkawinan," ujar Fasli ketika ditemui pada dalam acara diskusi terbatas di kantor Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Kalibata, Jakarta Selatan, seperti ditulis Rabu (11/2/2015).

Sementara itu Kepala Sub Direktorat Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, Dr Mujaddid, MMR, juga menyampaikan pihaknya sudah berusaha lakukan hal serupa. Kemenkes kini tengah menjalankan program pemberian informasi kesehatan reproduksi untuk calon pengantin.

"Ini perlu diperkuat dalam pemberian informasi pada calon-calon pengantin yang selama ini belum berjalan dengan baik. Di sini kita bekerja sama antara puskesmas, keluarga, dan KUA yang ada di kecamatan," imbuh Mujaddid ditemui di acara yang sama.

Terkait hal tersebut saat ini Mahkamah Konstitusi (MK) tengah mengkaji ulang Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang batas usia minimal menikah. Semakin banyak pihak kini menyatakan dukungannya untuk menaikkan batas usia nikah terutama untuk wanita menjadi 18 tahun dari yang tadinya 16 tahun.

Baca juga:Sejumlah Kementerian Dukung Kenaikan Batas Minimal Usia Nikah untuk Wanita

(up/up)