Sabtu, 14 Feb 2015 13:03 WIB

Tak Mempan Dikemo, Kanker Hati Bisa Diatasi Lewat Operasi dan Transplantasi

- detikHealth
ilustrasi (Foto: thinkstock) ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Hepatitis B yang diidap seseorang umumnya tidak bergejala. Sehingga, seringkali ketika terdeteksi pun kondisi pasien sudah berlanjut menjadi sirosis hati hingga kanker hati.

Dikatakan DR Dr Rino Alvani Gani, SpPD, K-GEH, FINASIM, sel kanker pada kasus kanker hati tidak mempan dikemoterapi atau dengan radioterapi. Sehingga, untuk mengobati kanker hati diperlukan operasi atau transplantasi hati.

"Kalau ditemukan kankernya itu di stadium awal dan masih kecil, bisa kita angkat dengan operasi. Tapi, kalau sudah besar disertai dengan penurunan fungsi hati, harus dilakukan transplantasi hati," tutur Dr Rino saat dihubungi detikHealth, Sabtu (14/2/2015).

Baca juga: 1,5 Juta Pasien Hepatitis di Indonesia Terancam Kanker Hati

Namun, kondisinya berbeda ketika kanker hati sudah mencapai stadium lanjut. Menurut Dr Rino, harapan hidup pasien sangat kecil kurang lebih selama 4-7 bulan. Sebab, sel kanker sudah menyebar dan menyerang sel-sel di hati sehingga fungsi hati terus mengalami penurunan.

Mengingat hepatitis B menjadi penyebab paling sering kanker hati di Indonesia, dr Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH menekankan pentingnya deteksi dini hepatitis B dengan melakukan skrining setahun sekali, khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B.

"Sebaiknya divaksin. Kalau saat bayi, divaksin empat kali, kalau pas dewasa tiga kali. Setelah divaksin juga harus dicek lagi apakah berhasil vaksinnya, artinya antibodi terhadap virus hepatitis B ada," tutur dr Unggul.

Sebab, dikatakan dr Unggul 1-2% orang yang sudah mendapatkan vaksin hepatitis B mengalami kegagalan pembentukan antibodi tersebut sehingga harus divaksin ulang. Setelah infeksi virus hepatitis B (HBV) penyebab kanker hati lainnya disusul oleh infeksi virus hepatitis C (HCV), dan Nonalcoholic steatohepatis (NASH). Sementara, Alcoholic Fatty Liver lebih jarang menyebabkan kanker hati karena jauh lebih sering yakni di urutan ke-3 setelah infeksi HBV dan HCV adalah Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) maupun Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH).

Baca juga: Kanker Hati Paling Banyak Menimpa Laki-laki


(rdn/rdn)
News Feed