ADVERTISEMENT

Jumat, 13 Mar 2015 10:32 WIB

Hati-hati, Obat Jenis Ini Merusak Ginjal Jika Dikonsumsi Jangka Panjang

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selama ini orang menganggap mengonsumsi obat dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi fungsi ginjal. Padahal faktanya tak semua obat memiliki efek seperti itu, hanya pada jenis-jenis obat tertentu saja.

Dibenarkan oleh konsultan ginjal dan hipertensi dari RSCM Jakarta, Prof DR dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, bahwa tidak mengonsumsi obat anti nyeri merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.

"Hati-hati mengonsumsi obat penghilang nyeri khususnya golongan NSAID atau obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid. Yang beredar sekarang kan orang-orang takut minum obat karena takut ginjalnya rusak. Sebenarnya yang merusak itu yang golongan NSAID, obat-obat lain tidak merusak ginjal," jelas Prof Parlindungan dan ditulis pada Jumat (13/3/2015).

Obat-obatan yang dimaksud oleh Prof Parlindungan ini adalah pereda nyeri otot dan sendi, termasuk rematik. Misalnya ada seseorang punya penyakit rematik atau sakit otot, lalu sering minum obat anti-nyeri.

Baca juga: Tak Bisa Sembuh dan Tak Bergejala, Penyakit Ginjal Kronik Bisa Dicegah Kok

"Itu boleh diminum kalau perlu, jangan setiap sakit minum. Kebiasaan seperti ini bisa mengganggu," papar profesor yang juga merupakan Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

Menurutnya, obat-obatan golongan NSAID ini umumnya mengandung zat yang bersifat antiprostaglandin, sehingga membuat aliran darah ke ginjal terganggu dan menjadi berkurang. Agar nyeri otot bisa teratasi namun tak mengganggu fungsi ginjal, Prof Parlindungan berpesan sebaiknya Anda menggunakan obat golongan NSAID yang berupa gel atau obat gosok saja.

"Untuk orang-orang dengan kondisi ginjal yang masih normal, penggunaan obat ini masih tergolong aman, asalkan tidak dalam jangka panjang. Tetapi untuk mereka dengan penyakit ginjal kronik, konsumsi obat golongan NSAID itu kontraindikasi," tegas Prof Parlindungan.

Sementara itu, bagi mereka dengan hipertensi atau diabetes yang diharuskan mengonsumsi obat dalam jangka panjang, tak perlu khawatir. Prof Parlindungan mengungkapkan obat-obatan tersebut menurut tidak termasuk dalam obat golongan NSAID. Begitu juga dengan parasetamol, sehingga konsumsi obat jenis ini tak akan merusak ginjal.

Baca juga: Mau Tahu Tubuh Kurang Minum atau Tidak? Cek Saja Warna Urine

(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT