Sabtu, 14 Mar 2015 08:03 WIB

Koalisi LSM Soroti 4 Masalah Kesehatan Ibu dan Anak

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sejumlah target Millenium Development Goals (MGDs) tidak terpenuhi di 2015, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak. Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyoroti 4 masalah untuk disampaikan dalam sidang kesehatan dunia.

Terkait gizi, Asteria T Aritonang dari World Vision menyebutkan 140 juta dari 240 juta penduduk Indonesia masih mempunyai masalah gizi. Program pemantuan pertumbuhan di Posyandu yang seharusnya bisa mengatasi masalah ini, dinilainya belum optimal.

Selain itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga tercatat stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan untuk Angka Kematian Ibu (AKI) justru memburuk yakni 359 kasus tiap 100.000 kelahiran pada 2012, dari sebelumnya 228 kasus tiap 100.000 kelahiran pada 2007.

"Disparitas pelayanan kesehatan turut berpengaruh. Seperti di Yogyakarta misalnya, persalinan yang dibantu tenaga kesehatan terlatih sudah hampir 100 persen tapi di daerah lain ada yang masih rendah," kata Asteria, ditemui dalam konsultasi nasional Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, seperti ditulis Sabtu (14/3/2015).

Baca juga: Keluhan dari Daerah: Bidan Sudah Berdarah-darah, Klaim BPJS Tidak Cair

Masalah remaja juga mendapat perhatian, khususnya terkait pembatasan usia nikah. Undang-undang yang berlaku saat ini masih mengizinkan pernikahan pada perempuan usia 16 tahun, padahal pada usia tersebut perempuan rentan terhadap komplikasi kehamilan.

"Saat ini masih dalam proses Judicial Review. Batas usia nikah pada perempuan menikah diusulkan 18 tahun, dan pemberian dispensasi harus melalui pengadilan," kata Faiqoh, koordinator nasional Aliansi Remaja Independen.

Isu sensitif seperti kurangnya akses remaja terhadap alat kontrasepsi dan aborsi yang aman juga tidak luput dari perhatian LSM. Meski banyak ditentang, dalam kenyataannya banyak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan serta aborsi tidak aman yang berujung pada kematian ibu hamil.

Terakhir, capaian program imunisasi yang masih belum merata juga masih menjadi masalah. Di beberapa daerah seperti Papua, capaian imunisasi baru mencapai 40 persen akibat berbagai kendala seperti letak geografis yang sulit dijangkau.

Baca juga: Kisah-kisah 'Heroik' di Balik Turunnya Angka Kematian Ibu di Gorontalo

(up/lil)