Kamis, 09 Apr 2015 11:48 WIB

Kasus Pangan Berbahaya Masih Banyak, Masyarakat Diminta Lebih Perhatian

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Feri/detikHealth
Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga menyebut masih banyak ditemukan kasus pangan berbahaya di Indonesia. Namun meski demikian ia menyayangkan reaksi masyarakat yang terlihat kurang peduli terhadap hal ini.

Masalah kasus kikil berformalin, es batu beracun, dan sirop berpewarna tekstil dikatakan oleh Roy masih bisa ditemukan sampai saat ini. Menurut data BPOM sekitar 99 anak terpapar jajanan sekolah dan hanya satu persennya yang membawa bekal atau malah tak makan sama sekali sehingga membuat anak-anak menjadi salah satu populasi berisiko mengalami dampaknya.

"Keamanan pangan masih kita harapkan untuk menyita perhatian masyarakat, tetapi kelihatannya masih tenang-tenang saja. Saya mohon kepada teman-teman jurnalis bisa mengangkat hal ini bersama BPOM," ujar Roy dalam acara pembukaan Bulan Keamanan Pangan di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

Baca juga: Hati-hati, Es Batu Paling Berisiko Tercemar Bakteri Penyebab Diare dan Tifus

Pemerintah, pengusaha, dan masyarakat harus bersama-sama mengubah sikap dan memerhatikan keamanan pangan secara serius. Roy mengatakan tidak bisa hanya pemerintah saja yang melakukan fungsi pengawasan tanpa ada kesadaran terhadap pangan aman terutama dari masyarakat sendiri.

Edukasi kepada pengusaha dan masyarakat menjadi faktor utama yang sampai saat ini terus dilakukan pemerintah. Bagaimana memilih bahan makanan sehat, mengolah makanan, dan menyajikannya dikatakan Roy terus diberikan namun perhatian yang diberikan masih kurang.

"Kalau wajah keamanan pangan kita terus begini angka kesakitan dan angka kematian akan tinggi. Indonesia termasuk termasuk golongan negara yang keamanan pangannya masih memprihatinkan," lanjut Roy.

"Masyarakat tahunya badan POM, padahal badan POM tidak berdaya sendirian," pungkas Roy yang menekankan bahwa pemerintah tak bisa mengawasi konsumsi 250 juta penduduk Indonesia sepenuhnya.

Baca juga: Penampakan Mi Berformalin dalam Blusukan Menkes: Kenyal dan Agak Berminyak

(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)