Senin, 13 Apr 2015 13:15 WIB

Kenali, 7 Gejala Kanker Nasofaring

- detikHealth
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta - Kanker nasofaring atau kanker hidung muncul karena berkembangnya sel kanker di nasofaring yang terletak di belakang rongga hidung dan di atas rongga mulut. Kanker nasofaring juga disebut kanker guangdong karena banyak penduduk di Guangdong, Tiongkok yang mengidap penyakit ini.

Ahli onkologi kepala dan leher Profesor Zhang Feng dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menuturkan dibanding wanita, penderita kanker nasofaring lebih banyak laki-laki dengan perbandingan 2,63:1. Kanker nasofaring diutarakan Prof Zhang memiliki tujuh gejala. Apa saja?

"Pertama, ada pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher. Sebab, di bagian nasofaring banyak kelenjar getah bening. Maka, penyebaran ke kelenjar getah bening lebih cepat di bagian leher. 60-80% pasien mengalami penyebaran di kelenjar getah bening di leher," kata Prof Zhang.

Maka dari itu, ia menekankan jika dirasa ada pembengkakan atau benjolan di leher tidak melulu indikasi kanker kelenjar getah bening tetapi bisa saja kanker nasofaring yang sudah menyebar. Gejala kedua yakni mimisan. Jika mimisan terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan disertai gejala kanker nasofaring yang lain, sudah sepatutnya Anda lebih waspada.

Hal tersebut diutarakan Prof Zhang di sela-sela The First ASEAN Academic Forum on Minimally Invasive Therapy for Tumor Treatment yang diselenggarakan Komite Akademik Tumor Invasif dan Modern Cancer Hospital Guangzhou di Ayodya Resort, Bali, dan ditulis pada Senin (13/4/2015)

Seiring pertumbuhan tumor, hidung pun akan tersumbat. Selain itu, pertumbuhan tumor di bagian nasofaring juga bisa menyebabkan pendengaran berkurang (tinnitus). Pendengaran yang berkurang pun dapat mempermudah ketulian. Pasalnya, rongga hidung dan daerah pendengaran berhubungan erat karena ada saluran yang menghubungkan.

Baca juga: Ria Irawan Idap Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 3, Separah Apa?

"Misalnya saja, saat hidung terseumbat pendengaran berdengung. Kemudian, ketika tumor menekan area kepala bisa menimbulkan sakit kepala. Gejala lain yang bisa muncul berupa kerusakan pada saraf kranial karena di sekitar rongga hidung ada saraf yang saat tertekan tumor akan menimbulkan kerusakan pada saraf di sekitarnya. Kondisi ini juga berpengaruh pada penglihatan misalnya pandangan berbayang.

"Tujuh gejala itu biasa terjadi pada kanker nasofaring stadium awal. Kalau sudah bermetastasis bisa menyebar ke tulang, paru-paru, atau hati. Diagnosis dini kanker bisa dengan mengambil sampel melalui biopsi untuk menentukan jenis tumor ganas atau tidak. Untuk mengecek stadium kanker, dilakukan pemeriksaan x-ray, CT scan, atau MRI," terang Prof Zhang.
 
Untuk pengobatan kanker nasofaring dikatakan Prof Zhang tergantung pada stadium kanker. Umumnya, dilakukan radioterapi, kemoterapi, operasi, bioterapi, atau pengobatan minimal invasif. Jika diobati di stadium awal, pasien bisa bertahan lebih dari 5 tahun dan tingkat kekambuhan 20-30%. Kalaupun terjadi kekambuhan, masih bisa diobati.

Jika menjalani radioterapi, metode ini dilakukan seminggu 5 kali dan dua hari istirahat. Sementara, kemoterapi yang dilakukan yakni kemoterapi induksi (2 minggu sebelum radioterapi) selama 2 siklus dan ada waktu 'istirahat' 2-3 minggu.

"Tujuannya untuk mengurangi ukuran kanker kemudian radioterapi untuk mematikan sel kanker. Jika tidak ada hasil dari radioterapi dilakukan kemoterapi adjuvan. Kalau sudah stadium akhir memang pasien umumnya sudah kehilangan semangat dan percaya diri. Hal itu bisa ditingkatkan dengan adanya bioterapi dan prosedur minimal invasif," kata Prof Zhang.

Baca juga: Leher Berlubang Usai Kena Kanker Akibat Merokok



(rdn/vit)