Jumat, 17 Apr 2015 18:35 WIB

Bukan Cuma Alkohol, Makanan Manis Berlebihan Juga Bisa Merusak Hati

Diza Liane Syahputri - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Kue dan biskuit memang menjadi makanan kesukaan tiap orang, terutama anak-anak. Padahal, makanan tersebut mengandung banyak sekali gula yang tidak baik untuk tubuh. Salah satu dampak dari konsumsi makanan manis secara berlebihan ini bahkan bisa merusak hati.

Dikutip dari Prevention pada Jumat (17/4/2015), hati yang terletak di sisi kanan perut dan terselip di balik tulang rusuk ternyata memiliki pekerjaan yang sangat penting. Fungsi hati yaitu mengurangi kadar racun di tubuh yang berasal dari obat-obatan, alkohol dan bahkan gula yang terkandung di makanan manis.

Sebuah studi tahun 2012 di American Journal of Clinical Nutrition menemukan mereka yang mengonsumsi 1.000 kalori ekstra dari makanan manis selama 3 pekan memiliki kenaikan berat badan sebesar 2 persen dan 27 persen lemak di hati. Makanan manis yang mengandung fruktosa ini dapat menyebabkan gumpalan lemak untuk mulai terbentuk di sel-sel hati.

Hati menggunakan 20 persen kalori yang Anda makan untuk dapat menjalankan perannya di tubuh. Fungsi hati mencakup mengubah protein dan gula dari makan menjadi energi bagi tubuh Anda, dibantu dengan insulin.

Baca juga: Idap Kanker Hati Stadium Lanjut Seperti Alex Komang, Peluang Sembuh Kecil

Saat lemak menumpuk, hati kehilangan resistensinya terhadap insulin. Sebagai gantinya, pankreas terstimulasi untuk menggantikan fungsi hati. Sehingga kadar insulin meningkat, begitu juga dengan lemak di tubuh.

Kondisi tersebut dinamakan sebagai Non-alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) atau penyakit hati berlemak akibat makanan non-alkohol. Hal itu memengaruhi 30 persen orang dewasa di Amerika, sehingga kenaikan kejadian NAFLD berkaitan dengan peningkatan obesitas sebesar 70 persen dan diabetes tipe 2 sebesar 90 persen.

Jika kondisi NAFLD ini dibiarkan, hati bisa menjadi radang, yang dapat memicu kondisi hati semakin parah yang disebut dengan non-alcoholic steatohepatitis. Saat peradangan makin parah, jaringan parut menggantikan jaringan sehat sehingga merusak kemampuan hati untuk melakukan banyak fungsinya.

Kondisi tersebut sering didengar dengan nama sirosis hati. Jadi, bukan hanya alkohol yang bisa merusak hati namun juga makanan manis dalam jumlah besar yang Anda konsumsi. (Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)