Rabu, 22 Apr 2015 15:00 WIB

Alasan Kemoterapi Tak Dianjurkan Saat Pasien Kanker Demam dan Menstruasi

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kemoterapi adalah salah satu tahapan yang dijalani pasien kanker guna membunuh sel kanker dan sel yang bermetastasis. Dalam kondisi tertentu seperti saat demam dan menstruasi, tidak dianjurkan untuk dilakukan kemoterapi. Mengapa?

"Kalau demam, nanti takutnya infeksi. Pas mens juga takut makin perdarahan kan kalau kemo," papar dokter yang kerap bersentuhan dengan pasien kanker anak, dr Edi Setiawan Tehuteru SpA(K) MHA IBCLC, pada detikHealth di Rumah Anto, Jl Anggrek Nelli Murni A 110, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Rabu (22/4/2015).

Baca juga: Kabar Gembira! Studi Sebut Ekstrak Brokoli Bisa Bantu Cegah Kanker

Saat akan melakukan kemoterapi, pasien juga seharusnya dilihat hemoglobinnya. Karna, saat Hb seseorang rendah, obat kemoterapi tidak akan mampu bekerja dengan maksimal.

"Obat kemo juga sasarannya organ yang sehat, seperti organ hati. Jadi, sakitnya di mana tapi si obat sasarannya ke mana," imbuh dr Edi tegas.

Kemoterapi umumnya memiliki efek samping sariawan. Nah, tips dari dr Edi yaitu kumur dengan obat kumur tanpa alkohol. Jika masih anak-anak, cukup obatnya dioleskan saja untuk mengatasi efek samping tersebut.

Baca juga: Agar Tetap Sehat, Pasien Kanker Dianjurkan Jalan Kaki 3 Jam Tiap Pekan

Berikut ini beberapa efek samping kemoterapi, seperti dikutip dari situs RS Dharmais:

1. Mual dan muntah, di mana dikeluhkan hampir 80 persen pasien
2. Penurunan jumlah sel darah merah
3. Penurunan  jumlah  sel darah putih
4. Penurunan jumlah trombosit
5. Mukositis atau perlukaan pada dinding rongga mulut atau saluran cerna
6. Rambut rontok
7. Gangguan saraf tepi

(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)