Selasa, 28 Apr 2015 18:29 WIB

Penggunaan Aplikasi Kesehatan Picu Kontroversi Soal Data Pribadi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jakarta - Aplikasi di gadget untuk kesehatan semakin banyak. Mulai dari aplikasi untuk mengatur kalori ketika sedang diet, mengecek indeks massa tubuh hingga olahraga yang dilakukan. Namun berkembangnya aplikasi ini memunculkan kontroversi bagi sebagian pihak.

David Vaile, Direktur Eksekutif dari Cyber Space Law and Policy Community di University of New South Wales, mengaku penggunaan aplikasi kesehatan berisiko membocorkan data pribadi orang tersebut. Akibatnya, ada kemungkinan data-data tersebut nantinya akan disalahgunakan atau dipalsukan.

"Data kesehatan yang diambil dari perangkat dan aplikasi kesehatan yang Anda gunakan dapat saja disalahgunakan. Aplikasi itu tidak dioperasikan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berkompetensi, dan bisa saja dicuri," tutur Vaile, dikutip dari ABC Australia, Selasa (28/4/2015).

Baca juga: Sekolah Juga Perlu Ajarkan Siswa Soal Etika di Dunia Maya

Studi dari McMaster University, Hamilton, Ontario menemukan seseorang yang kehilangan perangkat komunikasi seperti smartphone bukan hanya kehilangan akses interaksi di media sosial miliknya, melainkan juga khawatir dengan data privasi dan keamanan yang ada di dalam memori tersebut.

"Data tersebut merupakan aset berharga ketika smartphone hilang atau dicuri. Karena di dalam memorinya bisa saja ada kontak bisnis, foto dan video pribadi, catatan, rincian perbankan, data perusahaan, dan data lainnya. Semua data tersebut juga sangat sensitif untuk disalahgunakan pihak ketiga," ucap Zhiling Tu, salah satu peneliti.

Sementara itu, Yufei Yuan dari McMaster University menuturkan, nilai gadget yang hilang umumnya tak seberapa dibandingkan dengan nilai data-data yang hilang. Sayangnya, selama melakukan studi ini, para peneliti hanya menemukan sedikit pengguna smartphone yang melakukan pencegahan hilangnya data bila smartphonenya hilang. Sementara, peserta lainnya justru tidak melakukan langkah itu.

"Padahal untuk menanggulanginya, pengguna smartphone dapat mengontrol dari jarak jauh proses penghapusan seluruh data atau mengunci perangkat itu. Setidaknya, cara ini bisa meminimalisir risiko kehilangan data penting dari gadget yang hilang," ucap Tu.

Baca juga: Ajarkan Underwear Rule Agar Anak Terhindar dari Pelecehan Seksual

(Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)
News Feed