ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Mei 2015 18:51 WIB

Ini Sebabnya Makan Junk Food Berlebihan Bisa Picu Obesitas

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
London -

Bagi penggemar junk food, anjuran untuk makan sehat mungkin hanya terdengar seperti angin lalu. Bagi mereka, makanan terenak tetaplah gorengan atau hamburger yang mengandung lemak jenuh dan garam tinggi. Padahal risiko obesitas mengintai di depan mata.

Ini bukan hanya untuk menakut-nakuti lho. Buktinya, seorang ilmuwan dari Inggris berhasil mengungkap alasan mengapa orang yang gemar makan makanan tak sehat cenderung kelebihan berat badan atau bahkan obesitas.

Baca juga: Hati-hati, Makan Makanan Tidak Sehat Juga Bisa Picu Perasaan Sedih Lho

Jadi dalam usus manusia terdapat kurang lebih 3.500 spesies mikroba yang berbeda-beda. Nah keberadaan mikroba-mikroba inilah yang menjaga agar usus seseorang tetap sehat. Akan tetapi ketika orang yang bersangkutan mengonsumsi makanan tak sehat, maka jumlah mikroba itu akan berkurang drastis.

"Bahkan mereka yang hanya terbatas makan makanan olahan akan kehilangan lebih dari sepertiga mikroba dalam perutnya," ungkap sang peneliti, Tim Spector seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (12/5/2015).

Hal ini dibuktikan profesor bidang epidemiologi genetik dari King's College London itu dengan melakukan eksperimen terhadap anak laki-lakinya sendiri yang bernama Tom. Pria berumur 23 tahun itu diminta mengonsumsi makanan dari sebuah gerai makanan cepat saji selama 10 hari.

"Sebelum saya memulai pola makan itu, ada sekitar 3.500 spesies mikroba di dalam usus saya. Yang paling mendominasi adalah spesies bernama 'firmicutes'. Namun ketika saya mulai makan hamburger, nugget ayam dan soda saja, saya langsung kehilangan sekitar 1.300 spesies, dan didominasi oleh spesies yang disebut 'bacteriodetes'," ungkap Tom.

Perubahan komposisi mikroba atau mikrobioma inilah yang disayangkan Prof Spector. Sebab ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh juga dikaitkan dengan tingginya risiko gangguan kesehatan seperti radang usus, obesitas, diabetes, kanker, penyakit jantung hingga autisme.

"Saran saya, kurangi konsumsi lemak an gula, dan beralihlah ke makanan yang lebih alami seperti bawang putih, kopi, daun bawah dan seledri untuk menambah jumlah flora yang sehat dalam usus," paparnya.

Baca juga: Hii, Cuma Makan Fast Food 2 Minggu, Langsung Berisiko Kanker Usus Besar

(lll/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT