Rabu, 24 Jun 2015 17:48 WIB

Inspirasi Sehat Berpuasa

Puasa Setengah Hari Dinilai Bukan Cara Efektif Ajarkan Anak Berpuasa

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Puasa setengah hari menjadi salah satu metode mengenalkan puasa kepada anak. Pakar mengatakan bahwa sejatinya, metode ini kurang tepat dan kurang efektif.

dr Piprim B Yanuarso, SpA(K), Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan mengajarkan anak berpuasa dengan puasa setengah hari kurang efektif. Sebabnya, anak menjadi kurang termotivasi ketika nantinya melaksanakan ibadah puasa sebenarnya.

Baca juga: Tergoda Banyak Minum Manis Saat Berbuka dan Sahur, Ini Dampaknya

"Kalau cuma setengah hari, jam 12 sudah buka nanti jadinya kebiasaan. Sedikit-sedikit nggak kuat, dan terbawa sampai anak akil baligh ketika dia wajib puasa," tutur dr Piprim kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis Rabu (24/6/2015).

Yang paling baik menurut dr Piprim adalah dengan tidak memberikan waktu khusus untuk berbuka. Misalnya dengan memotivasi anak berpuasa hingga lapar dan haus sudah tidak tertahankan, di sore hari misalnya.

"Jadi jangan jam 12 teng sudah buka. Orang tua bisa mengulur-ulur waktu, 'sebentar lagi deh' atau 'tanggung dek dikit lagi'. Tunggu sampai anak sudah nggak kuat baru deh boleh berbuka," paparnya lagi.

Memiliki saudara atau teman sebaya yang juga sedang menjalani latihan puasa juga dapat membantu. Anak dapat menghabiskan waktu bersama atau dijadikan motivasi untuk latihan puasa hingga maghrib atau selesai.

Terakhir yang harus diingat bahwa berpuasa untuk anak sifatnya latihan dan sifatnya wajib. Orang tua jangan memarahi atau menghukum anak karena tidak berpuasa hingga selesai, karena memang mereka belum memiliki kewajiban. Yang tak kalah penting, penuhi gizi seimbang dalam asupan anak selama berpuasa.

"Yang harus diingat puasa bagi anak sifatnya latihan. Kalau selesai sampe maghrib ya alhamdulillah baik, kalau tidakm ya tidak apa-apa, jangan dimarahi karena sifatnya belum wajib. Kalau dimarahi nanti muncul kesan negatif untuk puasa, anak jadi makin tidak bersemangat," pungkasnya.

Baca juga: Masih Adaptasi, Berbuka Puasa Sebaiknya Jangan Langsung Makan Besar (mrs/vit)