ADVERTISEMENT

Kamis, 06 Agu 2015 17:05 WIB

Sering Nyeri Pinggang? Bisa Jadi Gejala Batu Ginjal

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock/Fuse
Jakarta - Nyeri pinggang biasanya dikaitkan sebagai gejala permasalahan di otot. Padahal menurut dokter, nyeri pinggang juga bisa menjadi gejala adanya batu ginjal.

dr Charles M Hutasoit, SpU dari Urology Centre RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan nyeri pinggang merupakan gejala utama adanya batu ginjal. Nyeri pinggang pada gejala batu ginjal dikatakannya berbeda dengan nyeri pinggang akibat adanya masalah otot.

"Kalau nyeri pinggang karena masalah otot biasanya membaik setelah mengubah posisi. Tapi nyeri pinggang pada batu ginjal tidak hilang, miring kiri, kanan, tengkurap tetap terasa nyeri," tutur dr Charles, dalam temu media di RS Siloam Kebon Jeruk, Jl Raya Perjuangan, Jakarta Barat, Kamis (6/8/2015).

Baca juga: Indonesia Beriklim Tropis, Masyarakat Berisiko Tinggi Terserang Batu Ginjal

Nyeri pinggang karena batu ginjal juga tidak akan hilang setelah diurut atau dipijit. Meski begitu, nyeri ini perlahan-lahan akan berkurang karena tubuh sudah beradaptasi.

Celakanya, nyeri hilang bukan berarti batu ginjal sudah sembuh. Dikatakan dr Charles bahwa jika tak tertangani nyeri akan muncul lagi, namun lebih hebat. Jika ini terjadi, bisa dipastikan batu ginjal sudah semakin membesar.

dr Marto Sugiono, koordinator Urology Centre RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan bahwa jika nyeri pinggang muncul disertai dengan kencing berdarah atau kencing berpasir, batu ginjal sudah harus ditangani. Salah satunya dengan menggunakan teknik extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL).

"Jadi bukan menggunakan laser, tapi tetap ditembak namun yang ditembakkan itu gelombang suara. Prosedur ini beda dengan laser di mana ESWL ini termasuk tindakan non-invasif jadinya tidak perlu dioperasi," tutur dr Marto.

Menggunakan alat khusus yang diimpor dari Jerman, dokter akan menembakkan gelombang kejut ke arah ginjal. Batu ginjal yang terkena gelombang kejut ini akan hancur dan keluar melalui proses urinisasi normal.

Baca juga: Ngeri! Ada 420 Batu Ginjal dalam Perut Pria Ini

Selain bukan tindakan operasi dan tak membutuhkan pembedahan, keunggulan lain dari metode ini adalah waktu tindakan yang sebentar. Dalam waktu kurang dari 3 jam, pasien sudah bisa kembali beraktivitas normal tanpa harus menjalani rawat inap.

"Jadi nanti batu yang sudah hancur akan keluar sedikit-sedikit ketika kencing. Memang akan terasa cuma nggak nyeri karena sudah kecil-kecil bentuknya. Dalam waktu kurang dari dua pekan sudah hilang sama sekali batu ginjalnya," pungkasnya. (mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT