Kamis, 13 Agu 2015 16:02 WIB

Banyak Manfaat, Temulawak Indonesia Diharapkan Jadi Obat Herbal Tingkat Dunia

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: M Reza Sulaiman Foto: M Reza Sulaiman
Sukabumi - Manfaat tanaman temulawak dalam bidang kesehatan memang sudah dikenal di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Dengan berbagai manfaat tersebut, gerakan untuk menduniakan temulawak sebagai tanaman herbal Indonesia pun mulai digaungkan.

Dr Roy Sparringa, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menyebut temulawak sebagai salah satu tanaman herbal atau tanaman obat unggulan dari Indonesia. Bahkan berdasarkan data BPOM, lebih dari 900 produk obat tradisional yang terdaftar memiliki kandungan temulawak.

Baca juga: Temulawak Jadi Andalan Menkes Nila Kuat Beraktivitas di Bulan Puasa

"Temulawak tercatat merupakan tanaman asli Jawa, dan akhirnya mulai menyebar dan ditemukan juga di Asia Tenggara, Indocina, Tiongkok, Jepang, Korea, hingga Barbados dan Amerika Serikat. Dari semua itu, temulawak terbaik tetap yang berasal dari Indonesia," tutur Roy, dalam peresmian SOHO Center of Excellence in Herbal Research di Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2015).

Dijelaskan Roy bahwa temulawak memiliki banyak manfaat. Selain terkenal untuk menambah nafsu makan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, temulawak juga berfungsi untuk memelihara fungsi hati, antioksidan, memperbaiki fungsi pencernaan, hingga mampu menurunkan kadar lemak dalam darah.

Baca juga: Jamu Temulawak 2 Kali Sehari, Rahasia Sehat dan Bugar Menkes Nila

Khasiat ini memang sudah dikenal sejak dahulu, dan sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian atau yang dikenal sebagai saintifikasi jamu. Made Dharma Wijaya, Executive Vive President Supply & Operation SOHO Global Health mengatakan fasilitas riset SCEHR bertujuan untuk memaksimalkan manfaat temulawak tak hanya bagi pasien selaku konsumen, namun juga petani sebagai produsen.

Konsep yang disebut sebagai seed to patient ini membuat proses standardisasi bibit dengan kualitas terbaik, proses penanaman, pemanenan hingga pengolahan yang tercatat dan terkontrol dengan baik. Konsep ini membuat temulawak yang dihasilkan lebih berkualitas dan bermanfaat.

"Dengan mengajarkan dan mendidik petani untuk menanam tanaman obat herbal, tak hanya temulawak, potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dapat bersaing di tingkat dunia," pungkasnya.

(mrs/vit)
News Feed