Jumat, 14 Agu 2015 14:47 WIB

Foto Kampanye Penyakitnya Ditolak Medsos, Wanita Ini Tak Menyerah

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Chanel White dan Lisa Goodman-Helfand (Foto: comfortableinmythickskin.com) Chanel White dan Lisa Goodman-Helfand (Foto: comfortableinmythickskin.com)
Illinois - Facebook memang kerap melakukan sensor pada foto-foto yang dipajang penggunanya ke publik. Sebab sebagian besar foto-foto itu dianggap 'kurang pantas'.

Hal yang sama pun dialami Lisa Goodman-Helfand. Ia mengaku kecewa karena bulan lalu situs media sosial terkemuka ini 'menyensor' foto close-up wajahnya. Padahal niat Lisa bukanlah iseng, tetapi foto itu merupakan bagian dari sebuah kampanye yang tengah dilakukannya.

Ceritanya, Lisa mengidap sebuah gangguan autoimun langka yang disebut dengan 'scleroderma'. Scleroderma Foundation menerangkan ini adalah sebuah gangguan pada jaringan ikat yang kronis dan dialami oleh sekitar 300.000 orang di Amerika. Kebetulan gejala scleroderma yang ditemukan pada Lisa merupakan yang paling menonjol, yaitu kulit wajah yang mengeras.

Baca juga: Agar Tak Seperti Patung, Wanita Ini Harus Berendam Minyak 3 Jam

Selama ini Lisa hanya bisa bersembunyi di balik make up agar orang-orang tidak melihatnya dengan sebelah mata. Namun lama-lama Lisa gerah, sehingga ia memutuskan memajang foto close-up tanpa make up di akun Facebook-nya. Ini dilakukannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang scleroderma.

Tak disangka, postingan Lisa itu menuai banyak pujian, bahkan disebar ratusan kali oleh follower-nya. Untuk menyebarluaskan kampanye ini, Lisa lantas ingin memasang iklan di Facebook. Ia mengaku rela membayar asalkan kampanyenya diketahui banyak orang.

"Scleroderma bisa fatal jika mengenai organ dalam. Namun bisa dibilang saya masih beruntung karena scleroderma yang saya alami tidak sampai membahayakan hidup saya," tutur Lisa.

Dalam iklan tersebut, Lisa juga bermaksud memasang foto seorang pengidap scleroderma lainnya yang bernama Chanel White (23). Meski sama-sama mengidap scleroderma, nasib Chanel tidak seberuntung Lisa.

"Dari foto-foto ini, saya ingin menunjukkan bahwa perjuangan setiap pengidap scleroderma itu berbeda-beda. Dari luar Chanel tampak sehat, padahal ia sebenarnya tengah dihantui kegagalan beberapa organ vital. Sedangkan meski wajah saya seperti ini, tapi penyakit ini tidak sampai mempengaruhi organ dalam saya," ujar Lisa seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (14/8/2015).

Penolakan Facebook pun menuai banyak kritik setelah foto Lisa menjadi headline di beberapa media Amerika. Barulah Facebook memahami kekeliruan mereka. Anehnya, saat wanita berusia 40 tahun itu berupaya mem-posting perubahan kebijakan Facebook dengan menggunakan foto yang sama, lagi-lagi Facebook menolaknya.

Bahkan Lisa mengaku hanya menerima surel yang menyatakan bahwa segala postingan Lisa secara otomatis akan ditolak oleh Facebook. Namun Lisa tak putus asa. Belakangan kampanyenya malah menarik perhatian banyak pihak karena penolakan dari Facebook tersebut.

Baca juga: Sakit Kronis dan Tak Punya Uang Berobat, Headley Diselamatkan Pria Misterius

Dalam kampanye bertajuk #sclerodermaselfies tersebut, partisipan diminta berfoto selfie tanpa make up dan mengunggahnya ke media sosial. Di bawah foto itu, mereka bisa menuliskan pesan tentang scleroderma dan informasi tentang bagaimana caranya memberikan donasi untuk Scleroderma Foundation dan/atau Scleroderma Research Foundation.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Lisa juga menyisihkan sebagian keuntungan dari bukunya 'Does This Hospital Gown Come With Sequins' untuk membantu mendanai riset terkait scleroderma.

(lll/vit)
News Feed