Selasa, 15 Sep 2015 10:30 WIB

Wajah Kedutan Terus-menerus, Waspada Hemifacial Spasm

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kedutan yang terjadi sesekali memang tidak berbahaya. Dokter mengatakan hal bisa saja karena kelelahan atau kekurangan elektrolit.

Namun jika kedutan terjadi terus menerus dan tak berhenti, segera hubungi dokter. Kondisi yang disebut sebagai hemifacial spasm ini memang tidak berbahaya, namun sangat mengganggu dan membuat risih.

"Kalau mukanya ketarik ke atas, berkedut terus-terusan selama lebih dari beberapa jam atau beberapa hari, bisa jadi itu hemifacial spasm," tutur dr Frandy Susatia, SpS, dari RS Siloam Kebon Jeruk, kepada detikHealth dan ditulis Selasa (15/9/2015).

Dijelaskan dr Frandy bahwa hemifacial spasm terjadi akibat adanya kerusakan di saraf nomor 7, atau yang biasa disebut sebagai saraf fascialis. Kedutan terus menerus menandakan saraf dalam keadaan hiperaktif.

Baca juga: Tubuh Kedutan dan Bergetar, Pertanda Apa?

Kedutan ini biasanya hanya terjadi di salah satu sisi wajah saja dan terkadang membuat mata tertutup saking seringnya berkedut. Penyebabnya beragam, namun kemungkinan besar terjadi karena tekanan.

"Misalnya karene katika tidur dengan posisi miring, tangan diletakkan di bawah wajah, jadinya tertekan. Nah bangun pagi-bagi wajah terasa baal, karena tertekan tadi," tuturnya lagi.

Penyakit ini dikatakan dr Frandy memang bukan penyakit serius, tidak membahayakan dan tidak menimbulkan kematian. Namun penyakit ini bisa sangat mengganggu karena kedutan yang terjadi pada wajah berlangsung lama dan terus menerus.

Untuk itu, ia menyarankan agar orang yang sudah mengidap penyakit ini segera menghubungi dokter. Dokter akan melakukan operasi kecil yakni suntik botox untuk melemahkan saraf yang hiperatif.

"Suntik botox bukan cuma buat kecantikan. Fungsi utamanya untuk melemahkan saraf, jadinya nggak hiperaktif dan nggak berkedut-kedut lagi," pungkasnya.

Baca juga: Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi, Atasi Mata Berkedut dengan Cara Ini (mrs/up)