Rabu, 30 Sep 2015 11:35 WIB

Siapa Sangka, Tokoh Kartun Ini Ternyata Mengidap Narkolepsi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: FOX Images Collection/Getty Images Foto: FOX Images Collection/Getty Images
Jakarta - Karakter Homer Simpson dari serial televisi The Simpsons memang sangat lucu, konyol dan terkadang menyebalkan. Namun dibalik kekonyolan tersebut, Homer ternyata didiagnosis mengidap narkolepsi.

Dalam episode terbaru The Simpsons yang tayang hari Minggu lalu, dijelaskan bahwa Homer ternyata mengidap narkolepsi, salah satu penyakit gangguan saraf yang menyebabkan seseorang akan sering merasa ngantuk di siang hari. Kemunculan penyakit narkolepsi di serial ini ternyata disambut baik oleh pakar dari dunia kesehatan.

Baca juga: Narkolepsi Pasca Disuntik Vaksin Flu Babi, Josh Bisa Tidur 19 Jam Sehari

Russell Rosenberg, Direktur Eksekutif dari the Atlanta School of Sleep Medicine mengatakan narkolepsi sering kali disepelekan oleh masyarakat umum. Dengan munculnya penyakit ini di serial televisi The Simpsons, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan semakin meningkat.

"Aku sangat berharap cerita tentang Homer dapat membuat masyarakat lebih memerhatikan narkolepsi. Homer sudah menunjukkannya pada kita semua, tertidur atau mengantuk di tengah-tengah aktivitas memang sering tak dianggap berbahaya, tetapi ternyata memiliki akibat fatal," ungkap Rosenberg, seperti dikutip dari CNN, Rabu (30/9/2015).

Rosenberg menjelaskan bahwa narkolepsi merupakan penyakit saraf yang mengganggu mekamisme pengaturan tidur. Pengidap narkolepsi biasanya akan sangat mengantuk di siang hari dan membuat mereka sulit tidur di malam hari.

Bisa dikatakan, narkolepsi membuat pengidapnya terus menerus dalam keadaan kurang tidur. Mereka akan selalu merasa kelelahan yang diiringi dengan pusing, wajah pucat mengantuk. Rosenberg mengatakan hal ini membuat narkolepsi sering salah diagnosa menjadi insomnia atau depresi.

Selain rasa ngantuk yang terus menerus, pengidap narkolepsi juga bisa tiba-tiba tertidur dan mengalami lemah otot (katapleksi). Katapleksi merupakan gejala khas narkolepsi yang ditandai dengan melemasnya otot secara mendadak.

Otot yang melemas bisa beberapa otot saja sehingga kepala terjatuh, mulut membuka, menjatuhkan barang-barang, atau bisa juga keseluruhan otot tubuh. Keadaan ini dipicu oleh lonjakan emosi, baik itu rasa sedih maupun gembira.

Baca juga: Punya Kondisi Langka, Kelly Bisa Tersungkur Lemas Setiap Kali Tertawa

Rosenberg mengatakan narkolepsi memiliki risiko bahaya meskipun tidak langsung. Sebuah studi menyebut bahwa orang dengan narkolepsi memiliki risiko 50 persen lebih tinggi untuk meninggal dalam 3 tahun. Penyebab utamanya merupakan kecelakaan akibat kurangnya konsentrasi karena mengantuk.

"Narkolepsi juga bisa memengaruhi kehidupan seks Anda secara dramatis. Beberapa pasien mengaku tertidur ketika sedang berhubungan atau selalu merasa lelah dan akhirnya tidak pernah lagi berhubungan dengan pasangannya," tutup Rosenberg. (mrs/vit)