Jumat, 09 Okt 2015 16:37 WIB

Kriteria Pulihnya Pasien Gangguan Jiwa, Apa Saja?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sama seperti pasien dengan penyakit lainnya, dengan perawatan yang tepat maka kondisi dapat diobati. Sayang banyak masyarakat menganggap kondisi sebagai suatu aib sehingga menghalangi kesembuhan pasien.

Dijelaskan oleh Profesor Dr Budi Anna Keliat, MA, PPSC, dari Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia bahwa ODGJ bisa sembuh dan ada empat kriteria yang jadi penandanya. Bila seseorang memenuhi kriteria tersebut ia bisa dinyatakan pulih dan hanya perlu sesekali kontrol dengan bantuan obat.

"Apa yang dimaksud pulih? Sama seperti pasien diabetes dia harus makan obat, atur makanan, atur aktivitas. Kita punya indikator yang pertama itu dia harus mampu mengendalikan gejala demikian baiknya," kata Budi pada acara temu media Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2015).

Baca juga: Panik Normal atau Akibat Gangguan Kecemasan, Apa Bedanya?

Setelah gejala seperti halusinasi sudah membaik maka kriteria berikutnya sebelum dinyatakan pulih adalah pasien bisa merawat dirinya. Tanpa bantuan orang lain pasien bisa makan, mandi, dan mengerjakan hal lainnya secara mandiri.

"Kita di rumah sakit menyebutnya re-edukasi. Tapi kembali harus jaga martabatnya jangan dipaksa 'hei ayo kamu harus mandi'. Betul-betul kita memberikan alternatif membuat mereka mengerti tentang masalahnya," lanjut Budi.

Kriteria yang berikutnya adalah pasien harus bisa kembali bersosialisasi di masyarakat. Untuk mencapai hal ini ODGJ harus selalu dilatih dengan diajak bicara dan diperlakukan setara seperti orang normal umumnya.

"Latih berkomunikasi satu dengan satu (orang -red), satu dengan dua, dan dalam kelompok. Kemudian kita latih mereka berbelanja ke warung, hal-hal seperti itu," pungkas Budi. (fds/up)