ADVERTISEMENT

Sabtu, 24 Okt 2015 12:01 WIB

Metode 'PRINCE', Pertolongan Pertama untuk Atasi Cedera Saat Olahraga

Jeems Suryadi Gani - detikHealth
Foto: Thinkstock/Dirima
Jakarta - Olahraga adalah kegiatan yang hampir dilakukan seluruh masyarakat. Mulai dari olahraga fisik seperti lari, futsal, renang atau olahraga untuk membangun otot seperti angkat beban atau nge-gym.

Namun, dalam pelaksanaannya, olahraga tentu tidak akan lepas dari risiko cedera. Cedera dalam olahraga biasa terjadi pada jaringan keras (tulang dan sendi) dan jaringan lunak (otot dan ligamen). Bagaimanakah penanganan yang tepat untuk penanganan cedera?

Berikut adalah metode 'PRINCE' untuk pertolongan pertama saat mengalami cedera olahraga, seperti disampaikan dr Donny Kurniawan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Olahraga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI/RSCM dan dr Radi Muharris Mulyana, SpOT.

1. Protection

Ketika terjadi cedera, gunakan alat yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang cedera. Dikatakan dr Radi, alat yang bisa dipakai sebagai pelindung di antaranya perban elastis, ankle brace, atau gips.

2. Rest

"Jika terjadi cedera pada saat olahraga, langsung istirahat. Jangan dipaksakan untuk melakukan olahraga," ujar dr Donny di sela-sela seminar 'Emergency Fair and Festival' di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Untuk cedera apapun, baik pada jaringan otot atau jaringan luar, dr Donny menyarankan sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan olahraga. Sebab, dengan begitu justru bisa terjadi kerusakan yang lebih parah pada jaringan yang cedera.

3. Ice

Pada cedera olahraga, akan ada risiko pendarahan karena rusaknya pembuluh darah. Untuk itu, disarankan mengompres bagian yang cedera. dr Donny menjelaskan, es berguna untuk menurunkan metabolisme, mengecilkan pembuluh darah, dan meredam rasa sakit.

"Tapi ingat, jangan ada kontak langsung antara es dan kulit. Esnya sebaiknya dibungkus handuk basah tipis," pesan dr Donny.

4. NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)

Pada situasi tertentu, dibutuhkan tambahan obat anti peradangan untuk mempercepat penyembuhan cedera. "Dalam kondisi kerusakan jaringan yang parah, penggunaan antibiotik memang sangat disarankan untuk mendukung penyembuhan," ucap dr Radi.

5. Compression

Compression yakni menutup atau menekan lokasi cedera dengan kassa atau perban. Tindakan ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pembengkakan.

"Ketika cedera, tubuh akan mengeluarkan cairan anti-inflamasi untuk penyembuhan. Kompres dilakukan agar pembengkakan tidak terlalu parah, " ungkap dr Donny, yang menjadi tim dokter dari klub basket SM Britama Jakarta.

6. Elevation

"Angkat daerah yang cedera lebih tinggi dari jantung. Proses elevasi ini berfungsi untuk meminimalisir pendarahan dengan cara memperlambat aliran darah dengan memanfaatkan gravitasi," jelas dr Radi.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dilakukan Jika Mengajak Anak Ikuti Kegiatan Lari


(rdn/rdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Pondok Karya Mampang Banjir
Pondok Karya Mampang Banjir Selengkapnya