Menurut UNICEF, pneumonia membunuh hampir satu anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya. Hal ini karena bayi yang baru lahir belum mempunyai sistem imun yang sempurna dan tidak bisa divaksin untuk beberapa penyakit sampai mereka berusia sebulan.
Vaksin adalah hal utama untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang mengancam jiwa. Ada data yang menunjukkan bahwa ketika wanita hamil menerima vaksin, dia secara alami dapat menghasilkan antibodi yang kemudian disalurkan ke bayi. Oleh karena itu, imunisasi pada ibu hamil adalah sebuah pendekatan yang berpotensi membuat terobosan yang dapat mengurangi jumlah kematian pada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya sudah ada vaksin yang melawan tetanus dan influenza, dan kini kita telah menemukan ada vaksin yang menjanjikan untuk mengatasi virus pneumonia (respiratory synctial virus atau RSV). Jika menjadi kenyataan, berati sudah ada vaksin yang bisa bekerja terhadap pneumonia," ujar Keith Klugman, direktur tim pneumonia di Bill & Melinda Gates Foundation, seperti dikutip dari editorialnya di CNN pada Jumat (30/10/2015).
Sebuah data baru menunjukkan bahwa vaksinasi melawan patogen bisa menyebabkan naiknya risiko terkena pneumonia meskipun juga meningkatkan kadar antibodi ibu hamil. Lebih penting lagi, antibodi pada bayi diukur pada persentase 90-100% dari tingkat antibodi sang ibu. Maka dari itu masih dibutuhkan senjata yang lebih efektif untuk mengatasi virus RSV.
"Masih banyak waktu untuk itu dan untuk mempercepat usaha kami, the Bill & Melinda Gates Foundation telah memberikan 89 juta dolar AS kepada Novavax, Inc untuk mengembangkan vaksin RSV pada negara yang pendapatannya tinggi dan rendah. Sumbangan ini diarahkan untuk penelitian yang lebih besar lagi untuk memahami seberapa efektif vaksin pada wanita hamil dan bayi yang baru lahir," tulis Klugman.
Perusahaan farmasi Novavax, Inc berkomitmen jika penelitian berhasil, mereka akan membuat vaksin tersedia dalam harga yang terjangkau di negara-negara berkembang. "Karena kami sedang memjalankan penelitian, prioritas utama kami sekarang adalah menjangkau anak-anak miskin dan tidak mampu dengan vaksin-vaksin penyelamat hidup agar awal-awal kehidupan mereka menjadi awal yang terbaik," tutup Klugman.
Baca juga: Pelayanan Rumah Sakit yang Buruk Bisa Bikin Pasien Makin Sakit (up/up)










































