Senin, 02 Nov 2015 08:07 WIB

Jika Daging Merah Memicu Kanker, Lalu Harus Makan Apa?

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyatakan jika sosis, bacon dan daging olahan lainnya dapat memicu penyakit kanker. Selain itu juga, keju dan gula disebut bisa mengakibatkan kecanduan seperti narkoba.

Lalu makanan apa yang tersisa agar kita tetap sehat ?

Dikutip dari BBC, Senin (2/11/15), para ahli menganjurkan untuk mengikuti gaya hidup orang-orang Mediterania yang lebih banyak asupan sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan  buah, serta membatasi daging dan susu. Berbagai penelitian pun menunjukan cara tersebut dapat membantu anda hidup lebih lama dan rendah untuk terjangkit kanker.

Baca Juga: WHO Nyatakan Daging Olahan Bisa Picu Kanker

Selain itu, dengan mengkonsumi sayuran, kacang-kacangan, dan buah mampu membantu hidup lebih lama. Bahkan dengan menjaga pola makan tersebut membuat otak menjadi lebih sehat dan menjaga berat tubuh agar terhindar dari kegemukan, yang tentu saja akan meningkatkan kepercayaan diri.

Demi menjaga  kesehatan tubuh, ubahlah pola makan. Caranya tidak sulit, cukup dengan mengisi setengah piring dengan sayuran serta kacang-kacangan. Jika dibutuhkan, sesekali santap saja ikan dan daging ayam dua kali seminggu agar tidak merasa bosan.

Baca Juga: WHO Sebut Bacon Picu Kanker, Tagar #FreeBacon Ramaikan Media Sosial

Tetapi bagaimana jika tidak mampu untuk menghindari daging? Mulailah membatasinya secara pertahap. Penelitian menunjukan, jika daging olahan sebesar 50 gram akan meningkatkan risiko kanker kolorektal hingga 18 persen. Jumlah tersebut setara dengan dua atau tiga iris bacon.

Dalam laporannya, WHO menyatakan daging merah mengandung 'karsinogen (penyebab kanker) pada manusia'. Meski demikian, ada banyak manfaat kesehatan dari daging merah tersebut, antara lain sebagai sumber zat besi.

Menurut Cancer Research di Inggris, sesekali memakan sandwich bacon tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Lagi pula, meingkatkan risiko bukan berarti memastikan seseorang akan terkena kanker. Jika Anda tetap ingin mengkonsumi daging, ubahlah menjadi hidangan istimewa yang disantap sekali waktu saja, bukan menu sehari-hari.

(up/up)
News Feed