Selasa, 03 Nov 2015 11:02 WIB

Hate Speech dan Kesehatan Mental

Suka Sebarkan Hate Speech? Bisa Jadi Punya Gangguan Neurotik

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Menurut psikolog seseorang yang kerap sebarkan ucapan kebencian atau hate speech memang memiliki masalah. Terlebih ketika kebencian terus berlanjut tak terkendali, maka kondisinya bisa disebut ada gangguan.

Dikatakan oleh Psikolog pengajar dari Swiss German University Elizabeth Santosa bahwa sifat seseorang penyebar hate speech yang reaktif sehingga mudah terbawa emosi bisa jadi karena faktor genetik dan lingkungan. Hal tersebut sebetulnya adalah sifat dasar, namun bisa menjadi tak sehat ketika sudah tak terkontrol.

"Manajemen emosinya berantakan atau rendah dan cenderung rakus jadi enggak mau diam duduk lihat penjelasan dulu langsung gerak cepat. Reaktif, gampang terprovokasi dan tersulut," kata Elizabeth ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Selasa (3/11/2015).

Baca juga: Bawaan dan Faktor Lingkungan, Pendorong Seorang Penyebar Hate Speech

"Ini bagian dari karakter diri. Kalau tak dikontrol sifat ini bisa kronis dan kalau lebih enam bulan enggak bisa nahan marah dan sebagainya itu masuk ke gangguan neurotik," lanjutnya.

Elizabeth menjelaskan bahwa gangguan neurotik adalah kondisi di mana seseorang memiliki masalah mental yang kronis namun masih bisa berfungsi normal seperti biasanya.

"Kondisi mentalnya gak bagus tapi bisa kerja terus punya anak atau istri. Enggak sehat mental secara holistik," pungkas Elizabeth.

Menurut Elizabeth untuk mencegah hal ini terjadi, pendidikan mental dan pola pikir bisa diterapkan sejak anak-anak. Orang terdekat dalam hal ini juga berperan penting karena sifat seseorang juga bisa terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

Baca juga: Fenomena Penyebar Hate Speech Dilihat dari Kacamata Psikologi

(fds/up)