Kamis, 05 Nov 2015 12:12 WIB

Survei: Banyak Orang Rela Rekam Medisnya Ditautkan ke Akun Media Sosial

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: REUTERS/Eric Thayer Foto: REUTERS/Eric Thayer
Philadelphia - Hampir semua orang keranjingan menggunakan media sosial. Ada yang benar-benar memanfaatkannya untuk menjalin komunikasi dengan kerabat atau teman yang lama tak jumpa, ada juga yang hanya ingin eksis.

Namun dari hasil survei terbaru yang dilakukan di Amerika terungkap bahwa sebagian besar pengguna media sosial juga tak mempermasalahkan bila akun mereka ditautkan dengan data rekam medis. Memangnya buat apa?

Peneliti mengklaim, dengan jumlah pengguna Facebook dan Twitter yang mencapai lebih dari 1,5 miliar di seluruh penjuru dunia, dokter dapat memantau perkembangan kondisi kesehatan setiap pasiennya dari waktu ke waktu.

Potensi ini diungkap Dr Raina Merchant dan rekan-rekannya dari Penn Medicine Sosial Media and Health Innovation Lab, Philadelphia setelah mewawancarai lebih dari 5.000 pasien dewasa yang sedang dirawat di IGD sebuah rumah sakit di Amerika.

Masing-masing ditanyai apakah mereka menggunakan Facebook dan Twitter. Bukan hal yang mengherankan ketika peneliti menemukan lebih dari separuh partisipan merupakan pengguna Facebook maupun Twitter.

Bahkan di antara mereka yang sepakat untuk ambil bagian dalam studi ini, 71 persen di antaranya membiarkan dokter maupun peneliti untuk mengakses akun media sosial mereka.

"Terutama pasien muda dan menggunakan media sosial secara aktif, mereka cenderung lebih terbuka kepada peneliti maupun dokter," ungkap Dr Merchant seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/11/2015).

Tetapi ada juga pasien yang enggan membuka akses ke akun media sosialnya karena alasan privasi. Beberapa pasien lain mengaku khawatir jika datanya diketahui orang lain maka itu akan berdampak pada pekerjaan mereka.

Baca juga: Aktif di Internet, Rita Bisa Ketemu Sesama Ortu Anak dengan CdLS

Terkait temuannya, Dr Merchant menjelaskan, sebagian besar pengguna media sosial memanfaatkan akunnya untuk berbagi informasi tentang keseharian mereka. Informasi inilah yang kemudian bisa dijadikan petunjuk terkait perilaku dan aktivitas pasien, terutama yang berpengaruh pada kesehatan mereka.

"7,5 Persen postingan di Facebook itu konteksnya berkaitan dengan kesehatan lho. Kemudian mereka yang memiliki riwayat sakit tertentu, juga lebih sering menggunakan istilah medis yang berkaitan dengan kondisi mereka di Facebook ketimbang mereka yang tak pernah mendapat diagnosis," urainya.

Meskipun berpotensi, Dr Elissa Weitzman, peneliti dari Boston Children's Hospital dan Harvard Medical School mengingatkan bahwa aspek seperti etika dan privasi harus tetap diperhatikan sebelum meminta pasien memperbolehkan dokternya mengakses akun media sosial mereka.

"Tapi data yang ada di media sosial memang dapat memberikan informasi deskriptif tentang riwayat kesehatan seseorang, apalagi medsos bersifat real-time, sehingga mungkin nantinya bisa meningkatkan penanganan pada situasi emergensi," katanya menanggapi hasil studi ini.

Baca juga: Penggunaan Media Sosial yang Seperti Ini Sudah Termasuk Kecanduan

(lll/vit)
News Feed