Rabu, 11 Nov 2015 18:32 WIB

Cemas dan Takut Apa Bedanya? Ini Penjelasan Ahli Jiwa

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Masyarakat awam terkadang kita sulit membedakan antara cemas dan takut. Lalu apa perbedaannya?

dr Danardi Sosrosumihardjo, SpKJ(K), Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menjelaskan bahwa secara prinsip pun takut dan cemas berbeda. Takut dikategorikan sebagai fisiologi sementara cemas termasuk patologi.

Baca juga: Hai Wanita, Jauhi Stres dan Cemas Agar Tak Terserang Alzheimer di Hari Tua

"Ibaratnya gini, kalau bencana belum terjadi kita sudah khawatir itu namanya anxiety (cemas), sementara kalau fear (takut) itu bencana atau bahayanya sudah ada di depan mata," ungkap dr Danardi.

"Misalnya khawatir soal masa depan, nilai ujian itu masuknya cemas. Tapi kalau di depan kita ada singa yang mengaum atau perampok bawa golok, itu namanya takut," ujarnya lagi, dalam temu media Pfizer Press Circle di Grand Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).

Contoh lainnya adalah ketika seorang ibu sedang menunggu anaknya yang belum pulang hingga malam hari. Kondisi ini tergolong cemas karena belum tentu anak mendapat bahaya.

Dijelaskan dr Danardi, cemas dan takut merupakan perasaan yang normal dialami manusia. Sangat normal jika seseorang mengalami takut dan cemas dalam kesehariannya.

Yang menjadi masalah adalah ketika rasa takut dan cemas tersebut berlebihan. Tanpa sebab yang jelas, seseorang merasa takut dan cemas dalam kondisi lama dan tidak hilang.

"Gangguan itu terjadi ketika coping mechanism manusia sudah tidak mampu menangani rasa cemasnya. Jadi ada kesalahan dalam otak yang membuat mengira ada bahaya meskipun tidak ada," tutur dr Andri, SpKJ, FAPM, dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Ini Sebabnya dalam Keadaan Cemas Orang Kesulitan Membuat Keputusan

(mrs/up)