Selasa, 24 Nov 2015 10:05 WIB

Satu Lagi Alasan untuk Menjauhi Makanan Berlemak

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Saran untuk menghindari lemak jenuh sudah banyak disampaikan karena terbukti bisa membahayakan kesehatan. Kini sebuah penelitian menemukan bahaya lain dari lemak jenuh.

"Diet tinggi lemak adalah epidemi di seluruh dunia dan menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan global," kata Vladimir Bogdanov dari University of Cincinnati College of Medicine, Amerika Serikat, dikutip dari The Indian Express, Selasa (24/11/2015).

Baca Juga: Agar Metabolisme Tak Terganggu, Turun Bobot Maksimal 2 Kg perbulan

Dalam penelitiannya, Bogdanov dan timnya melakukan percobaan terhadap sekelompok hewan dan menjalankan program diet tinggi lemak selama 12 pekan. Hasilnya, terdapat peningkatan jumlah protein yang merangsang sel-sel darah putih untuk mengikat pada sel darah merah.

Sel-sel darah putih ini dikenal juga  sebagai makrofag, jenis sel darah putih yang 'memakan' puing-puing selular, zat asing, mikroba, atau sel-sel kanker. Selain itu juga, makrofag juga memiliki peran penting dalam penyumbatan pada arteri atau aterosklerosis.

"Pada sel darah merah dari hewan yang melakukan diet tinggi lemak, terjadi peningkatan kolestrol yang ditemukan pada tingkat membran sel dan phosphatidylseerine. Phosphatidylserine adalah komponen membran yang memainkan peran kunci dalam siklus sel," jelas Bogdanov.

Baca Juga: Studi Buktikan Diet Rendah Lemak Tak Efektif Menurunkan Berat Badan

Diet tinggi lemak banyak ditemukan di negara-negara maju. Diet ini dalam jangka lama bisa berbahaya dan dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. (up/up)
News Feed